Terinspirasi dari seorang teman (umm...sebenarnya beberapa orang teman) yang merasa "berat" dengan keadaan yang kami alami saat ini, aq jadi tergelitik untuk menilai diriku sendiri.
Analyze This :
Aq adalah seorang perempuan, usia 30 lebih beberapa hari :), karir biasa-biasa aja, lagi nggak punya pacar, tampang pas-pasan, tinggal sendirian di kamar berantakan ,masih suka nonton film kartun dan makan ciki, masa depan remang-remang...dan parahnya, aq merasa baik-baik saja dengan semua itu.
Beberapa orang teman bernasib sama sepertiku. Yah, nggak persis sama, tapi intinya, kami belum menikah di usia 30 ini. Aq akui, sangat berat menjalani usia 30 dan belum menikah. Berbagai gunjingan dan prasangka dituduhkan dengan kejamnya oleh para gossip girls di warung tetangga, diberondong keluarga dengan pertanyaan sederhana "kapaaan?" yang sulit sekali dijawab, karena itu adalah rahasia Tuhan (jiaaahhh...!) dan terkadang situasi menjadikan seolah-olah aq adalah satu-satunya perempuan yang belum menikah di dunia ini. Karena, satu persatu teman dan saudara perempuan ku (bahkan yang lebih muda) menikah. Sedangkan aq, over and over again menjadi a bridesmaid, dan bukan a bride. Aq juga nggak munafik. Aq juga bukannya nggak pernah merasa 'gamang' memikirkan tujuan hidupku. Apa yang akan terjadi padaku? Sampai kapan terus seperti ini? Akankah akhirnya aq menemukan "the right one" seperti temen-temenku yang lain? Dan akhirnya timbul pertanyaan yg sama seperti yg sering diajukan orang-orang : " kapaaann??" Apalagi ketika seorang berkata : "makanya jangan pilih2" rasanya aq sangat ingin mencekiknya dan berkata: "Emang waktu lu nikah nggak milih???? Tu juga dapet milih kan? Come on...ngaak pilih2 adalah bullshit! Semua orang juga tau!" Aq begitu takut bahwa hidupku akan berjalan pada lingkaran mengerikan yang tidak berujung : bangun tidur, mandi, sarapan, nonton spongebob, ke kantor, makan siang, ke kantor, pulang, mandi, nonton spongebob, makan malam, tidur. Dan aq pun ingin menangis, begitu sedih dan takut bahwa aq hanya akan hidup sebagai seorang pecundang.
Tapi yaaaahhhh mau gimana lagi? Beruntung aq adalah orang yang selalu optimis dan itu membuat semuanya menjadi lebih mudah. Sejauh ini aq menikmati setiap detik kehidupanku. Betul, aq iri pada teman2ku yang sudah berkeluarga. Aq iri ketika mereka mengaplod foto-foto anak meraka : gigi pertama, langkah pertama, ulang tahun pertama...Aq iri ketika bertemu dan berkumpul dengan teman2, mereka saling memamerkan dan membanggakan keluarga kecilnya. Kadang aq berpikir bahwa aq tertinggal sangat sangat jauh dari mereka. Ketika mereka sibuk merencanakan pendidikan dan masa depan buah hati mereka, aq masih saja merasa berbunga2 ketika bertemu orang yang aq suka.Rasanya seperti 13 going on 30!! But hey,,,pernahkan temanmu juga bilang kalo dia iri padamu? Iri karena masi bisa bergentayangan kesana sini tanpa harus memikirkan pekerjaan rumah atau anak2, iri karena masih bisa bangun siang dan bermalas2an di hari libur, iri karena bisa pergi ke mall di malam hari, iri karena bisa meniti karier, iri karena aq masi bisa dan boleh jatuh cinta, iri karena aq masih bisa melakukan apapun yang aq suka, apapun yang aq mau...
Hidup seperti mata uang. Ada dua sisi yang bisa dibolak-balik, sisi baik dan sisi jelek. Dan dalam hal ini, aq memilih untuk melihat dari sisi baik nya : aq belum menikah karena Tuhan belum mempertemukan aq dengan orang yang ditakdirkan menjadi yang terbaik untukku. Bukan karena aq terlalu pilih-pilih, atau karena aq tidak terpilih, tapi karena Tuhan belum megizinkkan. Everything happens for a reason, and I always pray for the good ones..
Aq bersyukur memiliki orang tua dan keluarga serta teman-teman yang luar biasa. Dukungan penuh selalu siap mendampingiku. Ketika aq terbang mereka tersenyum untukku, dan ketika aq jatuh mereka membantuku berdiri. Jadi, daripada bermuram durjana memikirkan "kapan aq akan menikah", lebih baik syukurilah kebahagiaan yang telah kita raih selama ini :
- dapet duit tiba-tiba
- pake baju ato sepatu baru ke kantor
- dapet pulsa gratis
- dipuji orang
- sembuh dari sariawan
- ada yang mijitin kalo lagi pegel2
- nonton persib ngalahin persija, atau barcelona ngalahin madrid
- jajan makanan enak
- c bos nggak ngantor seminggu
- dll
itu semua untuk dinikmati...
Aq jadi inget lirik lagu nya Jason Mraz, one of may fave : " when i fall in love, i'll take my time there's no need to hurry when i makin' up my mind.."
Jadi temans, jangan sedih karena kita belum menemukan "the right ones". Jangan menyerah apalagi putus asa. Selama kita terus berusaha dan berdoa, Allah pasti akan memberikan yang terbaik. Dan jangan lupa, while we are waiting for our soulmate, live your life happily! Jangan terjebak dengan paradigma " menikah akan mengangkat semua beban" karena itu nggak bener. Menikah mungkin akan menyelesaikan suatu masalah, tapi menimbulkan berbagai macam masalah baru. Heuheuheu...damn true, rite? But anyway, menikah adalah cara untuk menyempurnakan ibadah kita, jadi bersikaplah ikhlas dan jangan dikalahkan nafsu belaka.
Gila, sok bijak banget sih gue??
^_^
Analyze This :
Aq adalah seorang perempuan, usia 30 lebih beberapa hari :), karir biasa-biasa aja, lagi nggak punya pacar, tampang pas-pasan, tinggal sendirian di kamar berantakan ,masih suka nonton film kartun dan makan ciki, masa depan remang-remang...dan parahnya, aq merasa baik-baik saja dengan semua itu.
Beberapa orang teman bernasib sama sepertiku. Yah, nggak persis sama, tapi intinya, kami belum menikah di usia 30 ini. Aq akui, sangat berat menjalani usia 30 dan belum menikah. Berbagai gunjingan dan prasangka dituduhkan dengan kejamnya oleh para gossip girls di warung tetangga, diberondong keluarga dengan pertanyaan sederhana "kapaaan?" yang sulit sekali dijawab, karena itu adalah rahasia Tuhan (jiaaahhh...!) dan terkadang situasi menjadikan seolah-olah aq adalah satu-satunya perempuan yang belum menikah di dunia ini. Karena, satu persatu teman dan saudara perempuan ku (bahkan yang lebih muda) menikah. Sedangkan aq, over and over again menjadi a bridesmaid, dan bukan a bride. Aq juga nggak munafik. Aq juga bukannya nggak pernah merasa 'gamang' memikirkan tujuan hidupku. Apa yang akan terjadi padaku? Sampai kapan terus seperti ini? Akankah akhirnya aq menemukan "the right one" seperti temen-temenku yang lain? Dan akhirnya timbul pertanyaan yg sama seperti yg sering diajukan orang-orang : " kapaaann??" Apalagi ketika seorang berkata : "makanya jangan pilih2" rasanya aq sangat ingin mencekiknya dan berkata: "Emang waktu lu nikah nggak milih???? Tu juga dapet milih kan? Come on...ngaak pilih2 adalah bullshit! Semua orang juga tau!" Aq begitu takut bahwa hidupku akan berjalan pada lingkaran mengerikan yang tidak berujung : bangun tidur, mandi, sarapan, nonton spongebob, ke kantor, makan siang, ke kantor, pulang, mandi, nonton spongebob, makan malam, tidur. Dan aq pun ingin menangis, begitu sedih dan takut bahwa aq hanya akan hidup sebagai seorang pecundang.
Tapi yaaaahhhh mau gimana lagi? Beruntung aq adalah orang yang selalu optimis dan itu membuat semuanya menjadi lebih mudah. Sejauh ini aq menikmati setiap detik kehidupanku. Betul, aq iri pada teman2ku yang sudah berkeluarga. Aq iri ketika mereka mengaplod foto-foto anak meraka : gigi pertama, langkah pertama, ulang tahun pertama...Aq iri ketika bertemu dan berkumpul dengan teman2, mereka saling memamerkan dan membanggakan keluarga kecilnya. Kadang aq berpikir bahwa aq tertinggal sangat sangat jauh dari mereka. Ketika mereka sibuk merencanakan pendidikan dan masa depan buah hati mereka, aq masih saja merasa berbunga2 ketika bertemu orang yang aq suka.Rasanya seperti 13 going on 30!! But hey,,,pernahkan temanmu juga bilang kalo dia iri padamu? Iri karena masi bisa bergentayangan kesana sini tanpa harus memikirkan pekerjaan rumah atau anak2, iri karena masih bisa bangun siang dan bermalas2an di hari libur, iri karena bisa pergi ke mall di malam hari, iri karena bisa meniti karier, iri karena aq masi bisa dan boleh jatuh cinta, iri karena aq masih bisa melakukan apapun yang aq suka, apapun yang aq mau...
Hidup seperti mata uang. Ada dua sisi yang bisa dibolak-balik, sisi baik dan sisi jelek. Dan dalam hal ini, aq memilih untuk melihat dari sisi baik nya : aq belum menikah karena Tuhan belum mempertemukan aq dengan orang yang ditakdirkan menjadi yang terbaik untukku. Bukan karena aq terlalu pilih-pilih, atau karena aq tidak terpilih, tapi karena Tuhan belum megizinkkan. Everything happens for a reason, and I always pray for the good ones..
Aq bersyukur memiliki orang tua dan keluarga serta teman-teman yang luar biasa. Dukungan penuh selalu siap mendampingiku. Ketika aq terbang mereka tersenyum untukku, dan ketika aq jatuh mereka membantuku berdiri. Jadi, daripada bermuram durjana memikirkan "kapan aq akan menikah", lebih baik syukurilah kebahagiaan yang telah kita raih selama ini :
- dapet duit tiba-tiba
- pake baju ato sepatu baru ke kantor
- dapet pulsa gratis
- dipuji orang
- sembuh dari sariawan
- ada yang mijitin kalo lagi pegel2
- nonton persib ngalahin persija, atau barcelona ngalahin madrid
- jajan makanan enak
- c bos nggak ngantor seminggu
- dll
itu semua untuk dinikmati...
Aq jadi inget lirik lagu nya Jason Mraz, one of may fave : " when i fall in love, i'll take my time there's no need to hurry when i makin' up my mind.."
Jadi temans, jangan sedih karena kita belum menemukan "the right ones". Jangan menyerah apalagi putus asa. Selama kita terus berusaha dan berdoa, Allah pasti akan memberikan yang terbaik. Dan jangan lupa, while we are waiting for our soulmate, live your life happily! Jangan terjebak dengan paradigma " menikah akan mengangkat semua beban" karena itu nggak bener. Menikah mungkin akan menyelesaikan suatu masalah, tapi menimbulkan berbagai macam masalah baru. Heuheuheu...damn true, rite? But anyway, menikah adalah cara untuk menyempurnakan ibadah kita, jadi bersikaplah ikhlas dan jangan dikalahkan nafsu belaka.
Gila, sok bijak banget sih gue??
^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar