Kamis, 13 Oktober 2011

:: Pesan Religi Berantai ::

Mari kita membahas sesuatu yang serius sekali ini saja. Tadinya tidak terlalu peduli, tapi lama-lama, semakin gatal ingin berkomentar. No hard feeling, ok! Ini bukan sesuatu yang personal, hanya ingin sharing opini aja..

Seringkali aku mendapat pesan, sms, email, broadcast messenger, atau apa saja, yang isinya kurang lebih seperti ini :

Dimulai dengan mengutip salah satu ayat suci dari Al Quran. Atau kalimat-kalimat yang memuji Allah SWT, seperti Subhanallah, Hamdalah, atau Syahadat, atau pun kisah-kisah religius atau nasihat bijak dari para ilmu agama. Lalu diakhiri dengan kata-kata :

"Demi Allah jangan dihapus, sebarakan kepada sesama muslim yang kamu sayangi, dalam dua jam kemudaian, kamu akan menerima rizki yang tak terkira..." atau :

"Demi Allah jangan dihapus, sebarakan minimal kepada 10 orang, maka kamu akan menerima rizki yang tak terkira..." atau lebih parah lagi :

"Demi Allah jangan dihapus, sebarakan minimal kepada 10 orang, maka kamu akan merima rizki yang tak terkira, apabila dihapus, maka kamu akan terkena bencana."

Hiiiyy...

Sungguh, aku sih tidak pernah keberatan menerima pesan-pesan bersifat tauziah, nasihat,atau apapun yang berbau agama. Malah aku bersyukur, Alhamdulillah kalo masih ada temen yang mau ngingetin, sesuatu banget! Tetapi, kalimat terakhirnya itulah yang membuatku terganggu. Seperti hari ini misalnya, seorang teman mengirimkan pesan seperti ini :

"Assalamulaikum wr wb,
Saudaraku yang tehormat, coba ya, kita buktikan, Insya Allah, bacalah :
(temanku ini mengirimkan potongan dari ayat Al Quran)
Tolong kirim potongan ayat ini, minimal kepada 13 orang. Insya Allah dalam dua jam kemudian, anda akan mendengar kabar baik dan mendapat kebahagiaan. Demi Allah, jangan dihapus.
Wassalamualaikum wr wb."

Aku yakin 100% bukan dia yang membuatnya. Dia pasti hanya meneruskan pesan berantai tersebut. Hmmmm....entah dari mana awal mula pesan tersebut. Lihat kalimat awalnya : "Coba ya, kita buktikan" apakah ini berarti kita akan menguji Allah SWT? Lalu kita lakukan, meneruskan pesan tersebut. Dan ketika tidak terbukti, apakah ini artinya Allah SWT pembohong? Ataukah teman kita yang berbohong mengatasnamakan Allah SWT? Astaghfirullohaladzim...Ketika hal yang dijanjikan tidak terbukti, kita akan berpikir, "Huh, nyesel percaya, ternyata bohong!" Lalu siapa yang kita sesali karena telah kita percayai? Padahal itu ayat suci yang kita kirim. Apakah hal ini akan melunturkan kepercayaan kita terhadap ayat tersebut??

Atau sebaliknya. Ternyata benar setelah kita kirim kepada 13 orang, dalam dua jam ternyata kita mendapat kebahagiaan. Apakah lantas kita akan mempercayai bahwa itu adalah hikmah dari berkirim pesan berantai tersebut? 

Kirim pesan berbau agama ya nggak ada jeleknya. Tapi tidak usah dengan embel-embel : kirim ke sekian orang....kalau tidak maka akan....atau tunggu  sekian jam kemudian, maka akan...Karena kalimat yang benar adalah ini : Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  Bukan yang ini : Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (syarat dan ketentuan berlaku).

Hati-hati temans, hal yang kelihatannya baik bisa menjadi tidak baik bila kita tidak cermat. Hal yang kelihatannya benar akan menjadi tidak benar jika kita tidak memahaminya. Ayolah temans, get real! Aku juga bukan ahli agama. Tapi ,  aku cukup tahu bahwa Allah akan selalu memberikan nikmat dan rizkinya selama kita selalu berusaha dan berdoa. Dan aku cukup tahu, bahwa Allah tidak akan memberikan musibah kepada umatnya hanya karena ia tidak mengirimkan pesan berantai. Dan Allah SWT selalu menepati janji Nya.

Tapi setelah dipikir-pikir.....jangan-jangan ini adalah salah satu modus pencurian pulsa??? :D
Buat temen-temen yang punya pendapat sendiri, atau punya fakta-fakta lain yang lebih dipercaya, sharing ya...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar