Kamis, 29 September 2011

Sebuah Renungan di Hari Jumat

Sewaktu memutuskan untuk menghapus email-email  yang telah lama berjejal memenuhi inbox-ku pagi ini, mau tak mau aku membaca ulang banyak email yang telah lama aku lupakan. Dari para teman, sahabat, dan orang -orang yang special. Berita duka, bahagia, gosip...dan hal-hal nggak penting yang membuat aku senyum-senyum sendiri di depan komputer. 

Ternyata selama ini, aku punya banyak sekali teman, orang-orang yang peduli padaku, yang sayang padaku. Aku telah begitu banyak melewati hari-hari indah yang bahagia, hari-hari yang membuat hati begitu berbunga-bunga. Juga aku telah berhasil menghadapi hari-hari terburuk yang pernah aku rasakan, masa-masa tersulit yang dulu aku pikir aku tidak akan pernah bisa melewatinya. Dan menghadapi itu semua, aku tidak pernah sendirian...

Banyak penyesalan yang menumpuk dalam hatiku. Kemana perginya semua itu? Ada yang hilang, ada yang tinggal. Sebagian pergi karena keinginannya untuk meninggalkanku, sebagian hilang karena telah aku tinggalkan. Hati tak pernah bisa berhenti bertanya-tanya, mengapa aku begitu menyia-nyiakan mereka yang benar-benar peduli padaku? Dan hati tak pernah bisa berhenti mengucap kata maaf kepada mereka yang pernah tersakiti, karena hingga hari ini aku tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaanku itu. Mungkin semua ini hanyalah kebodohanku yang tidak pernah bisa berfikir. Jadi ini semua tentang aku.

Tapi aku tak kan pernah mau tenggelam dalam penyesalan. Everybody makes mistakes, that's why pencil has eraser. My past is to be learned, my present is to be lived, my future is to be prepared, and my dreams is to be reached.  Yang harus kulakukan adalah mengintrospeksi diriku dan berusaha menjadi lebih baik. Aku percaya, segala sesuatu yang terjadi adalah atas izin-Nya. Kuncup akan menjadi bunga, ulat akan menjadi kupu-kupu. Segala sesuatu akan menjadi indah bila telah tiba waktunya. Dan aku tidak mau terlalu sibuk mempertanyakan dan berusaha membuka kembali pintu-pintu yang telah tertutup dibelakangku, sehingga tidak melihat pintu-pintu lain telah terbuka dihadapanku. Jadi aku akan terus melangkah.



As I always believe :

I am the master of my fate
I am the captain of my soul



Tidak ada komentar:

Posting Komentar