Sabtu, 17 September 2011

Think Twice, Act Wise!

Suatu hari, Amaya mendengar berita yang kurang baik mengenai teman sekantornya. Ia merasa kaget sekaligus bersemangat mendengar berita yang belum tentu kebenarannya itu. Kenapa? Kebetulan si teman sekantornya juga merupakan salah satu saingan terberat dalam kemajuan karirnya. Tanpa pikir panjang, ia segera menyebarkan berita tersebut kepada taman-temannya yang lain. Satu kata menjadi sepuluh kata, sepuluh kata menjadi seratus kata, seratus kata menjadi seribu kata. Satu orang menjadi dua orang, dua orang menjadi empat orang, empat orang menjadi delapan orang, sehingga akhirnya semua orang mengetahui berita miring tersebut.

Sang teman merasa sangat sedih ketika mengetahui bahwa telah beredar berita yang sangat jelek mengenai dirinya. Ia mencoba membantahnnya, tapi sia-sia. Atasan memanggilnya, semua orang menatapnya, dan karirnya diambang kehancuran.

Beberapa hari kemudian, Amaya mengetahui bahwa berita yang ia ketahui tentang temanya itu adalah tidak benar. Ia merasa menyesal dan ingin meminta maaf pada temannya itu. Tapi terlambat, si teman sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya, bahkan pergi meninggalkan kota itu karena tidak tahan mendengar gnjingan orang tentang dirinya.

Amaya merasa bersalah. Ia kemudian pergi menemui orang bijak untuk meminta nasihat mengenai semua yang telah terjadi. Orang bijak menyuruh Amaya pergi ke pasar dan membeli sebah kemoceng. Dengan terheran-heran, Amaya pun menuruti nasihat orang bijak tersebut dan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. "Cabuti bulu kemoceng itu, dan sebarkanlah di sepanjang jalan yang kau lalui menuju ke rumah mu,!" Begitulah kira-kira perintah si orang bijak. Amaya mematuhinya.

Pada keesokan harinya, Amaya kembali mememui orang bijak tersebut. "Kembalilah ke jalan yang kamu lalui kemarin, dan kumpulkan semua bulu ayam yang kau buang kemarin. Setelah terkumpul, satukanlah lagi menjadi sebuah kemoceng. " Kata orang bijak tersebut. Amaya mematuhinya. Tapi ia tidak dapat menemukan bulu-bulu ayam tersebut, karena telah hilang tertiup angin. Ia kembali menemui orang bijak itu dengan tangan hampa.

Orang bijak hanya tersenyum dan berkata ," Begitulah, sangat mudah untuk melemparkan sesuatu, tetapi sangat sulit untuk mengambilnya kembali. Seperti berita yang kau katakan tentang temanmu. Sangat mudah untuk menyebarkannya, tetapi hampir tidak mungkin untuk mengumpulkannya kembali, dan membuat keadaan menjadi seperti sebelumnya. Maka berhati-hatilah dengan lidahmu, walaupun hanya seonggok kecil daging yang tidak bertulang, lidah mampu mengendalikan kehidupan."

Think twice, act wise!


^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar