Happy Mother's Day
For all full time mommies, for breaking record of the longest shift
Twenty four hours a day, seven days a week
Doing such an amazing job, which is nothing can compare
Happy Mother's Day
For all working mommies, who are even more amazing
by living in two definitely different worlds
and keep both balanced, warm, and beautiful
Happy Mother's Day
For all mothers to be, 'cause someday
You'll become a mother
Happy Mother's Day
For all women, who are not a mother
Because deep in your heart, you are a mother for sure
And Happy Mother's Day
For my Mom, you are my everything...
This is a journey, when my life begins..karena seperti kata orang, hidup dimulai ketika kita berusia 30 tahun.
Rabu, 21 Desember 2011
Minggu, 18 Desember 2011
Antara Santos dan Persija
Dikalahkan Barcelona 4-0 dalam laga final FIFA Club World Cup tidak membuat Klub Santos menjadi beringas. Sebaliknya. mereka memuji dan mengakui El Barca sebagai klub terbaik di dunia. Neymar, sang bintang Santos sekaligus bintang Timnas Brasil yang digadang-gadang sebagai salah satu pemain bola yang lebih hebat dari Lionel Messi, bahkan mengatakan bahwa ia dan klubnya belajar banyak dari yang permainan yang disuguhkan para pemain Barcelona. Setelah acara penyerahan trofi juara dunia kepada Barcelona, Neymar bahkan dikabarkan "mengemis" kaos Lionel Messi, walaupun ia telah memiliki kaos Kapten Barcelona, Carles Puyol. Messi pun memberikannya dengan suka rela, dan Neymar menerimanya dengan sumringah.
Itu namanya semangat sportivitas!
Lain Santos lain pula Persija. Dikalahkan tipis 2-1 oleh Sriwijaya FC di Jakabaring, para pemian Persija dikabarkan mengeroyok pemain Sriwijaya FC, Thierry Gathuessi, di hotel tempatnya menginap.Bahkan sempat-sempatnya mereka memecahkan kaca restoran yang ada di hotel itu. Entah pengeroyokan, entah tawuran, dan entah apa sebabnya, tapi para pemain ini rupanya mencontoh para petinggi mereka di PSSI yang juga sedang baku hantam.
Hadeuh...#tepokjidat#
Semoga pemain PERSIB dan para bobotohnya nggak begitu yaaaa... :D
HIDUP PERSIB!!
Itu namanya semangat sportivitas!
Lain Santos lain pula Persija. Dikalahkan tipis 2-1 oleh Sriwijaya FC di Jakabaring, para pemian Persija dikabarkan mengeroyok pemain Sriwijaya FC, Thierry Gathuessi, di hotel tempatnya menginap.Bahkan sempat-sempatnya mereka memecahkan kaca restoran yang ada di hotel itu. Entah pengeroyokan, entah tawuran, dan entah apa sebabnya, tapi para pemain ini rupanya mencontoh para petinggi mereka di PSSI yang juga sedang baku hantam.
Hadeuh...#tepokjidat#
Semoga pemain PERSIB dan para bobotohnya nggak begitu yaaaa... :D
HIDUP PERSIB!!
![]() |
| Neymar: ini pake kaos Persib bukan yaa..? *mimpi di siang bolong* |
My Best Friends and A Stranger
Semua teman dekatku sudah berkeluarga. Kecuali Aku. Mereka sudah menikah dan punya anak. 1 orang anak, 2 orang anak, dan 3 orang anak. Dan kami semua tinggal di kota yang bebeda. Mereka semua adalah full time mommy. But I thought, it will never change anything between us. We're still best friends. Mereka tetap orang yang selalu hadir di setiap susah dan senangku. Dan aku, sebisa mungkin selalu ada, kapanpun mereka butuhkan.
Aku dengan kesibukanku, dan mereka dengan kesibukannya. Ketika aku memutuskan untuk pindah kerja, ketika aku memutuskan untuk pindah kota, ketika aku bermasalah dengan teman kerjaku, ketika aku merasa sangat membenci bosku, ketika aku merasa jenuh dan lelah dengan segala aktivitasku,they're always there for me. Still my best Friend. Ketika aku sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta atau ketika aku hancur karena patah hati, mereka tetap ada. Still my best friend.
Sebaliknya, ketika mereka merasa jenuh dengan profesi ibu rumah tangga mereka, lelah begadang mengurus bayi, kesal dengan suami, sebal pada mertua, putus asa menghadapi anak yang nggak mau makan, atau benci pada tetangga baru, or going mad mengahadapi pekerjaan rumah yang nggak ada habis-habisnya, aku selalu ada dan mendengarkan mereka. 'Cause I am their best friend. Terkadang ditengah kesibukanku di kantor, atau di sela-sela meeting yang menjemukan, aku harus meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan tentang masak apa ya hari ini buat suami, warna cat rumah apa yang menarik, atau sekedar mendengarkan keluhan mereka tentang cucian yang nggak kering, dan serentetan masalah kecil yang bisa membuat seorang ibu rumah tangga menjadi gusar. But that's okay, cause we're best friends.
Kami masih sering bertemu, dua atau tiga tahun sekali. Mungkin lebih sering kalau ada acara-acara yang spesial. Kami pergi ke tempat favorit kami, makan makanan kesukaan kami, dan melakukan hal-hal yang kami sukai. Dan setiap malam sebelum tidur, sejenak kami mengobrol bersama. Doing our gals' time. Dengan minuman hangat kami masing-masing. Di tempat kami masing-masing. Tentang rumah atau tentang pekerjaan. Kami saling berbagi resep masakan, berbagi pengalaman tentang tempat-tempat menarik yang baru saja kami kunjungi, atau berbagi rahasia yang setiap hari selalu ada yang baru. Atau sekedar menceritakan hari kami masing-masing. Dengan teknologi, jarak tak pernah memisahkan kami.That what friends are for.
Then, ketika mereka, dengan bahagia, bercerita tentang anak-anak mereka, tentang kata pertama, gigi pertama, langkah pertama, atau hari pertama di sekolah....atau tentang mengantar anak les menggambar, lomba mewarnai, berenang, atau jalan-jalan dan makan es krim atau pizza, aku pun ikut bahagia untuk mereka. We're best friend and I know it will never change, but, honestly, at that time.....
God, I feel like a stranger!
Aku dengan kesibukanku, dan mereka dengan kesibukannya. Ketika aku memutuskan untuk pindah kerja, ketika aku memutuskan untuk pindah kota, ketika aku bermasalah dengan teman kerjaku, ketika aku merasa sangat membenci bosku, ketika aku merasa jenuh dan lelah dengan segala aktivitasku,they're always there for me. Still my best Friend. Ketika aku sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta atau ketika aku hancur karena patah hati, mereka tetap ada. Still my best friend.
Sebaliknya, ketika mereka merasa jenuh dengan profesi ibu rumah tangga mereka, lelah begadang mengurus bayi, kesal dengan suami, sebal pada mertua, putus asa menghadapi anak yang nggak mau makan, atau benci pada tetangga baru, or going mad mengahadapi pekerjaan rumah yang nggak ada habis-habisnya, aku selalu ada dan mendengarkan mereka. 'Cause I am their best friend. Terkadang ditengah kesibukanku di kantor, atau di sela-sela meeting yang menjemukan, aku harus meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan tentang masak apa ya hari ini buat suami, warna cat rumah apa yang menarik, atau sekedar mendengarkan keluhan mereka tentang cucian yang nggak kering, dan serentetan masalah kecil yang bisa membuat seorang ibu rumah tangga menjadi gusar. But that's okay, cause we're best friends.
Kami masih sering bertemu, dua atau tiga tahun sekali. Mungkin lebih sering kalau ada acara-acara yang spesial. Kami pergi ke tempat favorit kami, makan makanan kesukaan kami, dan melakukan hal-hal yang kami sukai. Dan setiap malam sebelum tidur, sejenak kami mengobrol bersama. Doing our gals' time. Dengan minuman hangat kami masing-masing. Di tempat kami masing-masing. Tentang rumah atau tentang pekerjaan. Kami saling berbagi resep masakan, berbagi pengalaman tentang tempat-tempat menarik yang baru saja kami kunjungi, atau berbagi rahasia yang setiap hari selalu ada yang baru. Atau sekedar menceritakan hari kami masing-masing. Dengan teknologi, jarak tak pernah memisahkan kami.That what friends are for.
Then, ketika mereka, dengan bahagia, bercerita tentang anak-anak mereka, tentang kata pertama, gigi pertama, langkah pertama, atau hari pertama di sekolah....atau tentang mengantar anak les menggambar, lomba mewarnai, berenang, atau jalan-jalan dan makan es krim atau pizza, aku pun ikut bahagia untuk mereka. We're best friend and I know it will never change, but, honestly, at that time.....
God, I feel like a stranger!
Kamis, 15 Desember 2011
TIGA KATA
Copas dari Bapak Harun Rasyidi :
Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang direktur. Diadakanlah sesi acara penyampaian pesan , kesan, dan kritikan dari anak buah kepada sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun. Karena waktu terbatas, pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan, lalu dibacakan di acara tersebut. Terpilihlah pernyataan dari seorang Office Boy (OB) yang telah bekerja cukup lama di perusahaan tsb.
" Yang terhormat Pak Direktur, terima kasih karena telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.
Terima kasih Pak Direktur, karena Bapak telah mengucapkan kata MAAF saat Bapak menegur, mengingatkan, dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya buat, karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi sebuah kebaikan.
Terima kasih Pak Direktur, karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.
Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dangan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun, Bapak adalah Pak Direktur buat saya. Semoga kebajikan melindungi Bapak dimanapun Pak Direktur berada."
Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan air mata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang OB yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.
TIGA KATA : TOLONG
MAAF
TERIMA KASIH
adalah kata pendek yang sederhana tetapi mempunyai dampak yang sangat positif. Dengan mampu menghargai orang lain, berarti kita telah menghargai diri kita sendiri.
Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang direktur. Diadakanlah sesi acara penyampaian pesan , kesan, dan kritikan dari anak buah kepada sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun. Karena waktu terbatas, pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan, lalu dibacakan di acara tersebut. Terpilihlah pernyataan dari seorang Office Boy (OB) yang telah bekerja cukup lama di perusahaan tsb.
" Yang terhormat Pak Direktur, terima kasih karena telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.
Terima kasih Pak Direktur, karena Bapak telah mengucapkan kata MAAF saat Bapak menegur, mengingatkan, dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya buat, karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi sebuah kebaikan.
Terima kasih Pak Direktur, karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.
Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dangan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun, Bapak adalah Pak Direktur buat saya. Semoga kebajikan melindungi Bapak dimanapun Pak Direktur berada."
Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan air mata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang OB yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.
TIGA KATA : TOLONG
MAAF
TERIMA KASIH
adalah kata pendek yang sederhana tetapi mempunyai dampak yang sangat positif. Dengan mampu menghargai orang lain, berarti kita telah menghargai diri kita sendiri.
Rabu, 14 Desember 2011
Mega "The Suster Ngesot" : Moral duty for who, Honey??
Ini adalah petikan dari blog mega van djabir, alias Mega The Suster Ngesot, yang isi artikelnya menjelaskan kronoogis Tragedi Satpam vs Suster Ngesot.
Dan pelajaran yang terpenting ialah “ MORAL DUTY REQUIRES ME TO CALL THE ATTENTION OF PUBLIC”
*Mengapa ? karena etika dan moral itu mencerminkan bangsa yang baik. Jangan sampai dengan kejadian seperti ini mencoreng hal tersebut. Pertanggung jawaban itu penting, dan kepatuhan hukum ialah salah satu syarat utama.
……………………….
Mau siapapun korbannya, apapun korbannya, penghuni apartment atau bukan. Satpam tidak berhak bertindak kasar seperti itu.
Ditulis anak umur 20 tahun, yang perduli terhadap bangsa kita yang hebat ini -Mega-
Sumpah, enek bacanya…..
Eh, ini cuman opini saya loh, bebas kan??
Jadi opini saya adalah :
Mega dan teman-teman adalah anak-anak yang peduli terhadap bangsa yang hebat ini, tapi mereka bener-bener kebelinger. Apapun alasannya, yang mereka lakukan terjadi di tempat umum, tanpa ada informasi kepada pihak-pihak on duty yang notabene harus bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi di tempat tugasnya.
Saya menganalogikan begini : kadang-kadang ada abege pengendara motor yang seenaknya dijalanan, ngebut sembarangan, belok sembarangan, atau nyalip sembarangan. Atau sambil smsan sehingga tanpa sadar arah laju motornya tidak lurus ke depan, tapi sempoyongan nggak karuan. Tapi ketika motornya keserempet angkot karena ulahnya dia sendiri, maka si sopir angkot yang tidak bisa menghindari motor tersebut tetap menjadi tersangka dan si abege tidak tahu sopan santun tetap sebagai korban (ini saya pernah lihat sendiri).
Nah, kepada Mega dan teman-teman, sebagai mahasiswa yang berpendidikan, bukalah mata dan hati kalian, gunakan pikiran yang jernih untuk menganalisa apa yang terjadi. Sunarya, seorang pria, kepala rumah tangga, yang tengah menjalankan tugasnya untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sekarang tengah menghadapi tuntutan pidana yang serius, yang mungkin akan membuatnya masuk penjara dan membuat keluarganya kehilangan seorang imam. Semua hanyalah akibat ulah sekelompok mahasiswa cerdas yang ingin lucu-lucuan memberi kejutan ulang tahun, dengan beraksi konyol di tempat umum.
Jadi, judul artikel “ MORAL DUTY REQUIRES ME TO CALL THE ATTENTION OF PUBLIC” yang ditulis Mega dalam blognya, pantasnya untuk siapa?
Think twice, act wise!
Oia, dalam artikel tersebut, Mega juga mempertanyakan mengapa satpam itu tidak pernah menemuinya setelah kejadian tersebut. Menurut Mega, kalau memang tidak bersalah tidak ada yang perlu dia takuti.
You know what? Menurut saya, kenapa Sunarya tidak datang kepada Mega adalah karena ia manusia biasa, yang mungkin shock berat ketika ia tahu bahwa telah menyakiti orang lain seperti itu.
Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Mari berharap keadilan berpihak pada yang benar.
Selasa, 13 Desember 2011
LEBAY
Kalo lagi lebay, hasrat menulis jadi menggebu-gebu. Padahal belum tau juga apa yg mau ditulis. Cuman ga tahan aja rasanya memendam rasa di dada. Takutnya jadi lebuy (*setingkat di atas lebay :p)
Seperti aku, yang mendadak lebay hari ini. Karena banyak hal yang terjadi bersamaan, jadi rasanya sangat campur aduk. Karena akan kehilangan teman kerja, karena kangen sama seseorang, karena terlalu bersemangat mengerjakan sesuatu, karena tiba-tiba terlena oleh mimpi yang sampai sekarang belum bisa aku capai.
Whatever lah, yang penting being lebay is not a sin... :D
Seperti aku, yang mendadak lebay hari ini. Karena banyak hal yang terjadi bersamaan, jadi rasanya sangat campur aduk. Karena akan kehilangan teman kerja, karena kangen sama seseorang, karena terlalu bersemangat mengerjakan sesuatu, karena tiba-tiba terlena oleh mimpi yang sampai sekarang belum bisa aku capai.
Whatever lah, yang penting being lebay is not a sin... :D
Minggu, 04 Desember 2011
When The Day Was not Your Day
Pernahkah suatu hari kamu merasa bahwa hari itu is definitely "not your day"? Yaitu suatu hari dimana kamu merasa seluruh dunia menertawakan dan memojokanmu. Dan semua hal bersengkongkol untuk menjatuhkanmu. Aku pernah. Suatu hari merasa sangat down, putus asa, dan merasa sia-sia. Segala yang aku lakukan sepertinya tidak membuahkan hasil, dan aku mulai mengasihani diriku sendiri. Sesaat aku merasa hidupku sia-sia. Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang spektakuler, yang hebat, yang membanggakan. Aku tidak pintar, aku tidak cantik, aku tidak kaya, aku tidak sukses. Aku tidah pernah membahagiakan orang-orang yang cintai, aku tidak pernah membuat orang tua ku bangga. Yang aku lakukan hanyalah membebani mereka dengan semua masalah yang aku hadapi. Aku benar-benar merasa seperti seorang pecundang. Terlintas di kepalaku, bahwa aku tidak punya masa depan. Rasanya ingin sekali pulang ke rumah, meringkuk di bawah selimutku, dan tidak menampakkan diri pada dunia hingga hari kiamat tiba. Aku tidak ingin melakukan apa pun. hanya ingin menangis dan meratapi hidupku. Aku juga tidak mau, tapi mau bagaimana lagi, I have no choice.
Tanpa tujuan yang jelas, aku pergi dan membeli tiket kereta ekonomi Bogor - Jakarta. Hari itu hari minggu siang. Kereta itu kumal, berdebu, kosong, dan sepertinya tidak bersemangat. Persis seperti aku waktu itu. Aku duduk termenung memperhatikan penumpang lain, seorang bapak tua dan seorang anak kecil. Bapak itu mengenakan pakaian yang sudah kumal : celana panjang yang sudah tidak jelas apa warnanya, dan kemeja batik yang sudah belel. Sendal jepit dan peci usang melengkapi penampilannya. Sedangkan anak kecil itu (entah anaknya atau cucunya) mengenakan celana pendek, kaos, dan sendal jepit. Punggung nya membawa tas ransel butut dan tangannya menggenggam erat kantong kresek berwarna hitam. Tangan si bapak merangkul bahu anak itu, melindunginya. Lalu si bapak mengeluarkan uang dari saku bajunya, dan menghitungnya. Terdiri dari satu lembar sepuluh ribu dan tiga lembar seribuan. Semua sudah kumal. Si bapak memberikan uang itu pada anak kecil itu. Si anak menerimnya dengan sumringah. Aku jadi tersenyum melihat kepolosan anak itu. Dalam hati berpikir, "Kenapa ngasih uang tanggung begitu? tiga belas ribu, nggak lima belas ribu gitu..." Lalu terpikir lagi, mungkin sebenarnya bapak itu ingin memberi lebih, tapi tidak punya uang lagi. Maybe it's all he's got, dan ia memberikan semuanya pada anak itu. Kasih sayang orang tua memang luar biasa. Dadaku menjadi sesak, teringat orang tua dan keluargaku yang selalu melimpahiku dengan kasih sayang.
Tak mau terlarut, aku lalu mengalihkan pandanganku dari mereka. Melihat seorang ibu cacat (dengan tangan dan kaki yang tidak normal) yang berusaha menyeret tubuhnya dengan terseok-seok menyapu lantai kereta yang penuh dengan sampah.Yah, aku juga tidak tahu apakah cacatnya betulan atau bohongan, but hell yeah...dia hanya berusaha mendapat uang.
Di sudut kereta, seorang pedagang asongan tampak duduk dengan lelah. Mungkin usianya belum begitu tua, tapi kerutan-kerutan penderitaan tampak jelas sekali di wajahanya. Kulitnya hitam, dan badannya penuh peluh. Kelihatannya, asinan kedondong dan kacang goreng dalam plastik yang ia jual belum laku, karena jumlahnya masih sangat banyak. Kasihan sekali. Harga makanan yang ia jual hanya seribu rupiah. Berapa keuntungan yang ia dapat? Mungkin lima ratus rupiah, atau dua ratus, atau mungkin seratus rupiah. Kalau ia beruntung menjual seratus kantong, ia bisa pulang membawa lima puluh ribu rupiah. Itu pun kalau untungnya lima ratus. Kalau ia hanya bisa menjual sepuluh? Kalau tidak jual sama sekali dan tidak dapat uang? Apa keluarganya bisa mendapat makanan?
Tiba-tiba aku merasa malu, maluuuuu sekali. Mungkin inilah yang namanya tidak bersyukur, dan menyia-nyiakan karunia. Aku ini masih muda, sehat wal afiat. Aku diberkahi dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa senadainya aku mau mnggunakannya. Dan di dunia ini, aku ditempatkan di tengah-tengah keluarga dan teman-teman yang sangat menyayangi aku. Betapapun kerasnya dunia ini, semua orang harus berjuang demi kehidupannya. Dan aku juga sebenarnya tahu, bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan yang lebih berat dariapada yang bisa ditanggung oleh umat-Nya. So, being desperate and hopeless were the most stupid things I've ever thought. From that moment on I realized, that the word "no choice" was not really exist. As long as you alive, you will always have choices. As much as you want.
So when the day was not my day, I'm always going somewhere, hanging around, until I find the love and spirit of people's life, which is exactly every where.
What about you?
Tanpa tujuan yang jelas, aku pergi dan membeli tiket kereta ekonomi Bogor - Jakarta. Hari itu hari minggu siang. Kereta itu kumal, berdebu, kosong, dan sepertinya tidak bersemangat. Persis seperti aku waktu itu. Aku duduk termenung memperhatikan penumpang lain, seorang bapak tua dan seorang anak kecil. Bapak itu mengenakan pakaian yang sudah kumal : celana panjang yang sudah tidak jelas apa warnanya, dan kemeja batik yang sudah belel. Sendal jepit dan peci usang melengkapi penampilannya. Sedangkan anak kecil itu (entah anaknya atau cucunya) mengenakan celana pendek, kaos, dan sendal jepit. Punggung nya membawa tas ransel butut dan tangannya menggenggam erat kantong kresek berwarna hitam. Tangan si bapak merangkul bahu anak itu, melindunginya. Lalu si bapak mengeluarkan uang dari saku bajunya, dan menghitungnya. Terdiri dari satu lembar sepuluh ribu dan tiga lembar seribuan. Semua sudah kumal. Si bapak memberikan uang itu pada anak kecil itu. Si anak menerimnya dengan sumringah. Aku jadi tersenyum melihat kepolosan anak itu. Dalam hati berpikir, "Kenapa ngasih uang tanggung begitu? tiga belas ribu, nggak lima belas ribu gitu..." Lalu terpikir lagi, mungkin sebenarnya bapak itu ingin memberi lebih, tapi tidak punya uang lagi. Maybe it's all he's got, dan ia memberikan semuanya pada anak itu. Kasih sayang orang tua memang luar biasa. Dadaku menjadi sesak, teringat orang tua dan keluargaku yang selalu melimpahiku dengan kasih sayang.
Tak mau terlarut, aku lalu mengalihkan pandanganku dari mereka. Melihat seorang ibu cacat (dengan tangan dan kaki yang tidak normal) yang berusaha menyeret tubuhnya dengan terseok-seok menyapu lantai kereta yang penuh dengan sampah.Yah, aku juga tidak tahu apakah cacatnya betulan atau bohongan, but hell yeah...dia hanya berusaha mendapat uang.
Di sudut kereta, seorang pedagang asongan tampak duduk dengan lelah. Mungkin usianya belum begitu tua, tapi kerutan-kerutan penderitaan tampak jelas sekali di wajahanya. Kulitnya hitam, dan badannya penuh peluh. Kelihatannya, asinan kedondong dan kacang goreng dalam plastik yang ia jual belum laku, karena jumlahnya masih sangat banyak. Kasihan sekali. Harga makanan yang ia jual hanya seribu rupiah. Berapa keuntungan yang ia dapat? Mungkin lima ratus rupiah, atau dua ratus, atau mungkin seratus rupiah. Kalau ia beruntung menjual seratus kantong, ia bisa pulang membawa lima puluh ribu rupiah. Itu pun kalau untungnya lima ratus. Kalau ia hanya bisa menjual sepuluh? Kalau tidak jual sama sekali dan tidak dapat uang? Apa keluarganya bisa mendapat makanan?
Tiba-tiba aku merasa malu, maluuuuu sekali. Mungkin inilah yang namanya tidak bersyukur, dan menyia-nyiakan karunia. Aku ini masih muda, sehat wal afiat. Aku diberkahi dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa senadainya aku mau mnggunakannya. Dan di dunia ini, aku ditempatkan di tengah-tengah keluarga dan teman-teman yang sangat menyayangi aku. Betapapun kerasnya dunia ini, semua orang harus berjuang demi kehidupannya. Dan aku juga sebenarnya tahu, bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan yang lebih berat dariapada yang bisa ditanggung oleh umat-Nya. So, being desperate and hopeless were the most stupid things I've ever thought. From that moment on I realized, that the word "no choice" was not really exist. As long as you alive, you will always have choices. As much as you want.
So when the day was not my day, I'm always going somewhere, hanging around, until I find the love and spirit of people's life, which is exactly every where.
What about you?
Jumat, 02 Desember 2011
Syahrini dan Beckham
Copas dari akun Yahoo :
Saat acara dinner dengan David Beckham, si Beckham berusaha untuk ramah terhadap Syahrini...........
Beckham: " Do U like salad ?"
Dikira nanyain sholat, Syahrini menjawab : "Oh yes, five times a day."
Beckham : " Wow, that's very healthy. What kind of dressing do you like for salad?"
Syahrini : "Mukena, of course."
Si Beckham berfikir keras, "that must be a new dressing for salad that i never knew it before".
Sampai di bagian chinese food, si Jambul Khatulistiwa berusaha membalas keramahan si Beckham. Dengan bahasa inggris yg pas-pasan, tapi tetap nekad..... sambil nyendok mie rebus yg masih panas Syahrini bertanya: "Do you like mie?"
Beckham (bingung, dipikirnya "me" itu "saya"): "Heeemmm....yes. With all respect".
Syahrini (dengan mantap menimpali) :"Still hot you know..."
Beckham : ???????? Binggggungggggg!!!!!!!!!!!!!!!!
Wkwkwk....
Saat acara dinner dengan David Beckham, si Beckham berusaha untuk ramah terhadap Syahrini...........
Beckham: " Do U like salad ?"
Dikira nanyain sholat, Syahrini menjawab : "Oh yes, five times a day."
Beckham : " Wow, that's very healthy. What kind of dressing do you like for salad?"
Syahrini : "Mukena, of course."
Si Beckham berfikir keras, "that must be a new dressing for salad that i never knew it before".
Sampai di bagian chinese food, si Jambul Khatulistiwa berusaha membalas keramahan si Beckham. Dengan bahasa inggris yg pas-pasan, tapi tetap nekad..... sambil nyendok mie rebus yg masih panas Syahrini bertanya: "Do you like mie?"
Beckham (bingung, dipikirnya "me" itu "saya"): "Heeemmm....yes. With all respect".
Syahrini (dengan mantap menimpali) :"Still hot you know..."
Beckham : ???????? Binggggungggggg!!!!!!!!!!!!!!!!
Wkwkwk....
Langganan:
Komentar (Atom)

