Minggu, 18 Desember 2011

My Best Friends and A Stranger

Semua teman dekatku sudah berkeluarga. Kecuali Aku. Mereka sudah menikah dan punya anak. 1 orang anak, 2 orang anak, dan 3 orang anak. Dan kami semua tinggal di kota yang bebeda. Mereka semua adalah full time mommy. But I thought, it will never change anything between us. We're still best friends. Mereka tetap orang yang selalu hadir di setiap susah dan senangku. Dan aku, sebisa mungkin selalu ada, kapanpun mereka butuhkan.


Aku dengan kesibukanku, dan mereka dengan kesibukannya. Ketika aku memutuskan untuk pindah kerja, ketika aku memutuskan untuk pindah kota, ketika aku bermasalah dengan teman kerjaku, ketika aku merasa sangat membenci bosku, ketika aku merasa jenuh dan lelah dengan segala aktivitasku,they're always there for me. Still my best Friend. Ketika aku sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta atau ketika aku hancur karena patah hati, mereka tetap ada. Still my best friend.


Sebaliknya, ketika mereka merasa jenuh dengan profesi ibu rumah tangga mereka, lelah begadang mengurus bayi, kesal dengan suami, sebal pada mertua, putus asa menghadapi anak yang nggak mau makan, atau benci pada tetangga baru, or going mad mengahadapi pekerjaan rumah yang nggak ada habis-habisnya, aku selalu ada dan mendengarkan mereka. 'Cause I am their best friend. Terkadang ditengah kesibukanku di kantor, atau di sela-sela meeting yang menjemukan, aku harus meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan tentang masak apa ya hari ini buat suami, warna cat rumah apa yang menarik, atau sekedar mendengarkan keluhan mereka tentang cucian yang nggak kering, dan serentetan masalah kecil yang bisa membuat seorang ibu rumah tangga menjadi gusar. But that's okay, cause we're best friends.


Kami masih sering bertemu, dua atau tiga tahun sekali. Mungkin lebih sering kalau ada acara-acara yang spesial. Kami pergi ke tempat favorit kami, makan makanan kesukaan kami, dan melakukan hal-hal yang kami sukai. Dan setiap malam sebelum tidur, sejenak kami mengobrol bersama. Doing our gals' time. Dengan minuman hangat kami masing-masing. Di tempat kami masing-masing. Tentang rumah atau tentang pekerjaan. Kami saling berbagi resep masakan, berbagi pengalaman tentang tempat-tempat menarik yang baru saja kami kunjungi, atau berbagi rahasia yang setiap hari selalu ada yang baru. Atau sekedar menceritakan hari kami masing-masing. Dengan teknologi, jarak tak pernah memisahkan kami.That what friends are for.


Then, ketika mereka, dengan bahagia, bercerita tentang anak-anak mereka, tentang kata pertama, gigi pertama, langkah pertama, atau hari pertama di sekolah....atau tentang mengantar anak les menggambar, lomba mewarnai, berenang, atau jalan-jalan dan makan es krim atau pizza, aku pun ikut bahagia untuk mereka. We're best friend and I know it will never change, but, honestly, at that time.....


God, I feel like a stranger!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar