Ini adalah petikan dari blog mega van djabir, alias Mega The Suster Ngesot, yang isi artikelnya menjelaskan kronoogis Tragedi Satpam vs Suster Ngesot.
Dan pelajaran yang terpenting ialah “ MORAL DUTY REQUIRES ME TO CALL THE ATTENTION OF PUBLIC”
*Mengapa ? karena etika dan moral itu mencerminkan bangsa yang baik. Jangan sampai dengan kejadian seperti ini mencoreng hal tersebut. Pertanggung jawaban itu penting, dan kepatuhan hukum ialah salah satu syarat utama.
……………………….
Mau siapapun korbannya, apapun korbannya, penghuni apartment atau bukan. Satpam tidak berhak bertindak kasar seperti itu.
Ditulis anak umur 20 tahun, yang perduli terhadap bangsa kita yang hebat ini -Mega-
Sumpah, enek bacanya…..
Eh, ini cuman opini saya loh, bebas kan??
Jadi opini saya adalah :
Mega dan teman-teman adalah anak-anak yang peduli terhadap bangsa yang hebat ini, tapi mereka bener-bener kebelinger. Apapun alasannya, yang mereka lakukan terjadi di tempat umum, tanpa ada informasi kepada pihak-pihak on duty yang notabene harus bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi di tempat tugasnya.
Saya menganalogikan begini : kadang-kadang ada abege pengendara motor yang seenaknya dijalanan, ngebut sembarangan, belok sembarangan, atau nyalip sembarangan. Atau sambil smsan sehingga tanpa sadar arah laju motornya tidak lurus ke depan, tapi sempoyongan nggak karuan. Tapi ketika motornya keserempet angkot karena ulahnya dia sendiri, maka si sopir angkot yang tidak bisa menghindari motor tersebut tetap menjadi tersangka dan si abege tidak tahu sopan santun tetap sebagai korban (ini saya pernah lihat sendiri).
Nah, kepada Mega dan teman-teman, sebagai mahasiswa yang berpendidikan, bukalah mata dan hati kalian, gunakan pikiran yang jernih untuk menganalisa apa yang terjadi. Sunarya, seorang pria, kepala rumah tangga, yang tengah menjalankan tugasnya untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sekarang tengah menghadapi tuntutan pidana yang serius, yang mungkin akan membuatnya masuk penjara dan membuat keluarganya kehilangan seorang imam. Semua hanyalah akibat ulah sekelompok mahasiswa cerdas yang ingin lucu-lucuan memberi kejutan ulang tahun, dengan beraksi konyol di tempat umum.
Jadi, judul artikel “ MORAL DUTY REQUIRES ME TO CALL THE ATTENTION OF PUBLIC” yang ditulis Mega dalam blognya, pantasnya untuk siapa?
Think twice, act wise!
Oia, dalam artikel tersebut, Mega juga mempertanyakan mengapa satpam itu tidak pernah menemuinya setelah kejadian tersebut. Menurut Mega, kalau memang tidak bersalah tidak ada yang perlu dia takuti.
You know what? Menurut saya, kenapa Sunarya tidak datang kepada Mega adalah karena ia manusia biasa, yang mungkin shock berat ketika ia tahu bahwa telah menyakiti orang lain seperti itu.
Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Mari berharap keadilan berpihak pada yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar