Kamis, 24 Maret 2011

AMI

Ini adalah salah satu cerita yg paling aq suka, yg aq tulis di diary aq bertaun-taun yang lalu...

*******

Ini cerita tentang temen sekelas gue. Namanya Ami. Menurut gue, Ami adalah orang yang punya segalanya. Dia cantik, pinter, ramah, disukai semua orang. She’s perfect. Gue sehari-hari nggak terlalu deket sama dia, tapi itu bukan karena gue nggak mau. Kadang gue suka minder. Kalo gue ngeliat dia, selalu timbul pertanyaan yang sama di benak gue : ‘kenapa gue nggak seberuntung dia?’ She seems to be everything and I seem to be nothing! Honestly, I always envy her for everything she’s got! Gue pasti bahagia banget kalo gue jadi Ami.


One day, gue sama temen-temen sekelas yang laen pergi ke rumah temen. Makan-makan, rujakan, curhat-curhatan, semacam girls’ party gitu deh. Di acara curhat, setiap orang harus ngebacain pendapat tentang dirinya yang di tulis sama orang lain. Dan gue pun ngebacain pendapat seorang temen tentang gue.

INDAH :
Baik, manis. Nggak deket sama dia, tapi sebenernya pengen, cos kayanya seneng punya temen kaya dia. Kalo gue ngeliat Indah, kadang gue suka pengen kaya dia. Selalu ceria, selalu ketawa, selalu dikelilingi sama temen-temennya yang baik. Hidupnya tenang, dan kayanya nggak punya beban. Kayanya nggak punya kekurangan. Dia selalu keliatan happy. Dan gue harap dia selalu baek-baek aja.


Well, that’s a good appraisal about me isn’t it? Tapi gue cuma ketawa dalam hati. Siapa yang pengen jadi gue sementara gue pengen jadi orang lain? Besoknya di kampus, Ami, nyapa gue dengan gayanya yang ceria, dan senyumnya yang manis.
“Hai, Indah….Lo tau nggak, kemaren pendapat yang lo bacain tentang diri lo, gue yang nulis…..”
Gue cuma melongo. Speechless, and amazed. Gue nggak percaya Ami punya pendapat kaya gitu tentang gue sementara gue selalu pengen jadi seperti dia. Dan gue mulai berpikir, kenapa gue selalu pengen jadi orang lain dan nggak pernah menyadari betapa beruntungnya gue selama ini? Lagian, di dunia ini nggak ada orang yang sempurna. Iya, kan? Ami emang hebat! Cuma satu kalimat yang dia ucapin ke gue hari itu, mampu bikin gue sadar bahwa selama ini gue kurang mensyukuri apa yang gue punya. Ami bener. Gue punya temen-temen yang baik. Gue punya Finon, Sari, Liliek, Ambar, Anto, Yoyo, Achmat, Sukron yang selalu merhatiin, ngejagain, dan nyayangin gue. Dan gue bahagia. Alhamdulillah, Thank you Allah, for this beautiful life and friendship that U give to me. And thank U Ami, for making me realize how happy my life can be….





Tidak ada komentar:

Posting Komentar