Rabu, 21 Desember 2011

Happy Mother's Day

Happy Mother's Day
For all full time mommies, for breaking record of the longest shift
Twenty four hours a day, seven days a week
Doing such an amazing job, which is nothing can compare

Happy Mother's Day
For all working mommies, who are even more amazing
by living in two definitely different worlds
and keep both balanced, warm, and beautiful

Happy Mother's Day
For all mothers to be, 'cause someday
You'll become a mother

Happy Mother's Day
For all women, who are not a mother
Because deep in your heart, you are a mother for sure

And Happy Mother's Day
For my Mom, you are my everything...

Minggu, 18 Desember 2011

Antara Santos dan Persija

Dikalahkan Barcelona 4-0 dalam laga final FIFA Club World Cup tidak membuat Klub Santos menjadi beringas. Sebaliknya. mereka memuji dan mengakui  El Barca sebagai klub terbaik di dunia. Neymar, sang bintang Santos sekaligus bintang Timnas Brasil yang digadang-gadang sebagai salah satu pemain bola yang lebih hebat dari Lionel Messi, bahkan mengatakan bahwa ia dan klubnya belajar banyak dari yang permainan yang disuguhkan para pemain Barcelona. Setelah acara penyerahan trofi juara dunia kepada Barcelona, Neymar bahkan dikabarkan "mengemis" kaos Lionel Messi, walaupun ia telah memiliki kaos Kapten Barcelona, Carles Puyol. Messi pun  memberikannya dengan suka rela, dan Neymar menerimanya dengan sumringah.

Itu namanya semangat sportivitas!

Lain Santos lain pula Persija. Dikalahkan tipis 2-1 oleh Sriwijaya FC di Jakabaring, para pemian Persija dikabarkan mengeroyok pemain Sriwijaya FC, Thierry Gathuessi, di hotel tempatnya menginap.Bahkan sempat-sempatnya mereka memecahkan kaca restoran yang ada di hotel itu. Entah pengeroyokan, entah tawuran, dan entah apa sebabnya, tapi para pemain ini rupanya mencontoh para petinggi mereka di PSSI yang juga sedang baku hantam.

Hadeuh...#tepokjidat#

Semoga pemain PERSIB dan para bobotohnya nggak begitu yaaaa... :D
HIDUP PERSIB!!

Neymar: ini pake kaos Persib bukan yaa..? *mimpi di siang bolong*

My Best Friends and A Stranger

Semua teman dekatku sudah berkeluarga. Kecuali Aku. Mereka sudah menikah dan punya anak. 1 orang anak, 2 orang anak, dan 3 orang anak. Dan kami semua tinggal di kota yang bebeda. Mereka semua adalah full time mommy. But I thought, it will never change anything between us. We're still best friends. Mereka tetap orang yang selalu hadir di setiap susah dan senangku. Dan aku, sebisa mungkin selalu ada, kapanpun mereka butuhkan.


Aku dengan kesibukanku, dan mereka dengan kesibukannya. Ketika aku memutuskan untuk pindah kerja, ketika aku memutuskan untuk pindah kota, ketika aku bermasalah dengan teman kerjaku, ketika aku merasa sangat membenci bosku, ketika aku merasa jenuh dan lelah dengan segala aktivitasku,they're always there for me. Still my best Friend. Ketika aku sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta atau ketika aku hancur karena patah hati, mereka tetap ada. Still my best friend.


Sebaliknya, ketika mereka merasa jenuh dengan profesi ibu rumah tangga mereka, lelah begadang mengurus bayi, kesal dengan suami, sebal pada mertua, putus asa menghadapi anak yang nggak mau makan, atau benci pada tetangga baru, or going mad mengahadapi pekerjaan rumah yang nggak ada habis-habisnya, aku selalu ada dan mendengarkan mereka. 'Cause I am their best friend. Terkadang ditengah kesibukanku di kantor, atau di sela-sela meeting yang menjemukan, aku harus meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan tentang masak apa ya hari ini buat suami, warna cat rumah apa yang menarik, atau sekedar mendengarkan keluhan mereka tentang cucian yang nggak kering, dan serentetan masalah kecil yang bisa membuat seorang ibu rumah tangga menjadi gusar. But that's okay, cause we're best friends.


Kami masih sering bertemu, dua atau tiga tahun sekali. Mungkin lebih sering kalau ada acara-acara yang spesial. Kami pergi ke tempat favorit kami, makan makanan kesukaan kami, dan melakukan hal-hal yang kami sukai. Dan setiap malam sebelum tidur, sejenak kami mengobrol bersama. Doing our gals' time. Dengan minuman hangat kami masing-masing. Di tempat kami masing-masing. Tentang rumah atau tentang pekerjaan. Kami saling berbagi resep masakan, berbagi pengalaman tentang tempat-tempat menarik yang baru saja kami kunjungi, atau berbagi rahasia yang setiap hari selalu ada yang baru. Atau sekedar menceritakan hari kami masing-masing. Dengan teknologi, jarak tak pernah memisahkan kami.That what friends are for.


Then, ketika mereka, dengan bahagia, bercerita tentang anak-anak mereka, tentang kata pertama, gigi pertama, langkah pertama, atau hari pertama di sekolah....atau tentang mengantar anak les menggambar, lomba mewarnai, berenang, atau jalan-jalan dan makan es krim atau pizza, aku pun ikut bahagia untuk mereka. We're best friend and I know it will never change, but, honestly, at that time.....


God, I feel like a stranger!



Kamis, 15 Desember 2011

TIGA KATA

Copas dari Bapak Harun Rasyidi :


Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang direktur. Diadakanlah sesi acara penyampaian pesan , kesan, dan kritikan dari anak buah kepada sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun. Karena waktu terbatas, pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan, lalu dibacakan di acara tersebut. Terpilihlah pernyataan dari seorang Office Boy (OB) yang telah bekerja cukup lama di perusahaan tsb.


" Yang terhormat Pak Direktur, terima kasih karena telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.


Terima kasih Pak Direktur, karena Bapak telah mengucapkan kata MAAF saat Bapak menegur, mengingatkan, dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya buat, karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi sebuah kebaikan.


Terima kasih Pak Direktur, karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.


Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dangan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun, Bapak adalah Pak Direktur buat saya. Semoga kebajikan melindungi Bapak dimanapun Pak Direktur berada."


Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan air mata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang OB yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.


TIGA KATA : TOLONG

                        MAAF

                       TERIMA KASIH


adalah kata pendek yang sederhana tetapi mempunyai dampak yang sangat positif. Dengan mampu menghargai orang lain, berarti kita telah menghargai diri kita sendiri.

Rabu, 14 Desember 2011

Mega "The Suster Ngesot" : Moral duty for who, Honey??

Ini adalah petikan dari blog mega van djabir, alias Mega The Suster Ngesot, yang isi artikelnya menjelaskan kronoogis Tragedi Satpam vs Suster Ngesot.
 
Dan pelajaran yang terpenting ialah “ MORAL DUTY REQUIRES ME TO CALL THE ATTENTION OF PUBLIC”
*Mengapa ? karena etika dan moral itu mencerminkan bangsa yang baik. Jangan sampai dengan kejadian seperti ini mencoreng hal tersebut. Pertanggung jawaban itu penting, dan kepatuhan hukum ialah salah satu syarat utama.
……………………….
Mau siapapun korbannya, apapun korbannya, penghuni apartment atau bukan. Satpam tidak berhak bertindak kasar seperti itu.
Ditulis anak umur 20 tahun, yang perduli terhadap bangsa kita yang hebat ini -Mega-
 
Sumpah, enek bacanya…..
 
Eh, ini cuman opini saya loh, bebas kan??
Jadi opini saya adalah :

Mega dan teman-teman adalah anak-anak yang peduli terhadap bangsa yang hebat ini, tapi mereka bener-bener kebelinger.  Apapun alasannya, yang mereka lakukan terjadi di tempat umum, tanpa ada informasi kepada pihak-pihak on duty yang notabene harus bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi di tempat tugasnya.

Saya menganalogikan begini : kadang-kadang ada abege pengendara motor yang seenaknya dijalanan, ngebut sembarangan, belok sembarangan, atau nyalip sembarangan. Atau sambil smsan sehingga tanpa sadar arah laju motornya tidak lurus ke depan, tapi sempoyongan nggak karuan. Tapi ketika motornya keserempet angkot karena ulahnya dia sendiri, maka si sopir angkot yang tidak bisa menghindari motor tersebut tetap menjadi tersangka dan si abege tidak tahu sopan santun tetap sebagai korban (ini saya pernah lihat sendiri).

Nah, kepada Mega dan teman-teman, sebagai mahasiswa yang berpendidikan, bukalah mata dan  hati kalian, gunakan pikiran yang jernih untuk menganalisa apa yang terjadi. Sunarya, seorang pria, kepala rumah tangga, yang tengah menjalankan tugasnya untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sekarang tengah menghadapi tuntutan pidana yang serius, yang mungkin akan membuatnya masuk penjara dan membuat keluarganya kehilangan seorang imam. Semua hanyalah akibat ulah sekelompok mahasiswa cerdas yang ingin lucu-lucuan memberi kejutan ulang tahun, dengan beraksi konyol di tempat umum.
Jadi, judul artikel “ MORAL DUTY REQUIRES ME TO CALL THE ATTENTION OF PUBLIC” yang ditulis Mega dalam blognya, pantasnya untuk siapa?

Think twice, act wise!

Oia, dalam artikel tersebut, Mega juga mempertanyakan mengapa satpam itu tidak pernah menemuinya setelah kejadian tersebut. Menurut Mega, kalau memang tidak bersalah tidak ada yang perlu dia takuti.

You know what? Menurut saya, kenapa Sunarya tidak datang kepada Mega adalah karena ia manusia biasa, yang mungkin shock berat ketika ia tahu bahwa telah menyakiti orang lain seperti itu.

Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Mari berharap keadilan berpihak pada yang benar.

Selasa, 13 Desember 2011

LEBAY

Kalo lagi lebay, hasrat menulis jadi menggebu-gebu. Padahal belum tau juga apa yg mau ditulis. Cuman ga tahan aja rasanya memendam rasa di dada. Takutnya jadi lebuy (*setingkat di atas lebay :p)

Seperti aku, yang mendadak lebay hari ini. Karena banyak hal yang terjadi bersamaan, jadi rasanya sangat campur aduk. Karena akan kehilangan teman kerja, karena kangen sama seseorang, karena terlalu bersemangat mengerjakan sesuatu, karena tiba-tiba terlena oleh mimpi yang sampai sekarang belum bisa aku capai.

Whatever lah, yang penting being lebay is not a sin... :D

Minggu, 04 Desember 2011

When The Day Was not Your Day

Pernahkah suatu hari kamu merasa bahwa hari itu is definitely "not your day"? Yaitu suatu hari dimana kamu merasa seluruh dunia menertawakan dan memojokanmu. Dan semua hal bersengkongkol untuk menjatuhkanmu. Aku pernah. Suatu hari merasa sangat down, putus asa, dan merasa sia-sia. Segala yang aku lakukan sepertinya tidak membuahkan hasil, dan aku mulai mengasihani diriku sendiri. Sesaat aku merasa hidupku sia-sia. Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang spektakuler, yang hebat, yang membanggakan. Aku tidak pintar, aku tidak cantik, aku tidak kaya, aku tidak sukses. Aku tidah pernah membahagiakan orang-orang yang cintai, aku tidak pernah membuat orang tua ku bangga. Yang aku lakukan hanyalah membebani mereka dengan semua masalah yang aku hadapi. Aku benar-benar merasa seperti seorang pecundang. Terlintas di kepalaku, bahwa aku tidak punya masa depan. Rasanya ingin sekali pulang ke rumah, meringkuk di bawah selimutku, dan tidak menampakkan diri pada dunia hingga hari kiamat tiba. Aku tidak ingin melakukan apa pun. hanya ingin menangis dan meratapi hidupku. Aku juga tidak mau, tapi mau bagaimana lagi, I have no choice.

Tanpa tujuan yang jelas, aku pergi dan membeli tiket kereta ekonomi Bogor - Jakarta. Hari itu hari minggu siang. Kereta itu kumal, berdebu, kosong, dan sepertinya tidak bersemangat. Persis seperti aku waktu itu. Aku duduk termenung memperhatikan penumpang lain, seorang bapak tua dan seorang anak kecil. Bapak itu mengenakan pakaian yang sudah kumal : celana panjang yang sudah tidak jelas apa warnanya, dan kemeja batik yang sudah belel. Sendal jepit dan peci usang melengkapi penampilannya. Sedangkan anak kecil itu (entah anaknya atau cucunya) mengenakan celana pendek, kaos, dan sendal jepit. Punggung nya membawa tas ransel butut dan tangannya menggenggam erat kantong kresek berwarna hitam. Tangan si bapak merangkul bahu anak itu, melindunginya. Lalu si bapak mengeluarkan uang dari saku bajunya, dan menghitungnya. Terdiri dari satu lembar sepuluh ribu dan tiga lembar seribuan. Semua sudah kumal. Si bapak memberikan uang itu pada anak kecil itu. Si anak menerimnya dengan sumringah. Aku jadi tersenyum melihat kepolosan anak itu. Dalam hati berpikir, "Kenapa ngasih uang tanggung begitu? tiga belas ribu, nggak lima belas ribu gitu..." Lalu terpikir lagi, mungkin sebenarnya bapak itu ingin memberi lebih, tapi tidak punya uang lagi. Maybe it's all he's got, dan ia memberikan semuanya pada anak itu. Kasih sayang orang tua memang luar biasa. Dadaku menjadi sesak, teringat orang tua dan keluargaku yang selalu melimpahiku dengan kasih sayang.

Tak mau terlarut, aku lalu mengalihkan pandanganku dari mereka. Melihat seorang ibu cacat (dengan tangan dan kaki yang tidak normal) yang berusaha menyeret tubuhnya dengan terseok-seok menyapu lantai kereta yang penuh dengan sampah.Yah, aku juga tidak tahu apakah cacatnya betulan atau bohongan, but hell yeah...dia hanya berusaha mendapat uang.

Di sudut kereta, seorang pedagang asongan tampak duduk dengan lelah. Mungkin usianya belum begitu tua, tapi kerutan-kerutan penderitaan tampak jelas sekali di wajahanya. Kulitnya hitam, dan badannya penuh peluh. Kelihatannya, asinan kedondong dan kacang goreng dalam plastik yang ia jual belum laku, karena jumlahnya masih sangat banyak. Kasihan sekali.  Harga makanan yang ia jual hanya seribu rupiah. Berapa keuntungan yang ia dapat? Mungkin lima ratus rupiah, atau dua ratus, atau mungkin seratus rupiah. Kalau ia beruntung menjual seratus kantong, ia bisa pulang membawa lima puluh ribu rupiah. Itu pun kalau untungnya lima ratus. Kalau ia hanya bisa menjual sepuluh? Kalau tidak jual sama sekali dan tidak dapat uang? Apa keluarganya bisa mendapat makanan?

Tiba-tiba aku merasa malu, maluuuuu sekali. Mungkin inilah yang namanya tidak bersyukur, dan menyia-nyiakan karunia. Aku ini masih muda, sehat wal afiat. Aku diberkahi dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa senadainya aku mau mnggunakannya. Dan di dunia ini, aku ditempatkan di tengah-tengah keluarga dan teman-teman yang sangat menyayangi aku. Betapapun kerasnya dunia ini, semua orang harus berjuang demi kehidupannya. Dan aku juga sebenarnya tahu, bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan yang lebih berat dariapada yang bisa ditanggung oleh umat-Nya. So, being desperate and hopeless were the most stupid things I've ever thought. From that moment on I realized, that the word "no choice" was not really exist. As long as you alive, you will always have choices. As much as you want.

So when the day was not my day, I'm always going somewhere, hanging around, until I find the love and spirit of people's life, which is exactly every where.

What about you?

Jumat, 02 Desember 2011

Syahrini dan Beckham

Copas dari akun Yahoo  :

Saat acara dinner dengan David Beckham, si Beckham berusaha untuk ramah terhadap Syahrini...........
Beckham: " Do U like salad ?"
Dikira nanyain sholat, Syahrini menjawab : "Oh yes, five times a day."
Beckham : " Wow, that's very healthy. What kind of dressing do you like for salad?"
Syahrini : "Mukena, of course."
Si Beckham berfikir keras, "that must be a new dressing for salad that i never knew it before".

Sampai di bagian chinese food, si Jambul Khatulistiwa berusaha membalas keramahan si Beckham. Dengan bahasa inggris yg pas-pasan, tapi tetap nekad..... sambil nyendok mie rebus yg masih panas Syahrini bertanya: "Do you like mie?"
Beckham (bingung, dipikirnya "me" itu "saya"): "Heeemmm....yes. With all respect".
Syahrini (dengan mantap menimpali) :"Still hot you know..."
Beckham : ???????? Binggggungggggg!!!!!!!!!!!!!!!!

Wkwkwk....

Senin, 21 November 2011

To Be Happy

Tidak perlu sesuatu yang besar untuk menjadi bahagia
Tidak perlu sesuatu yang spektakuler untuk membahagiakan orang lain

Pujian kecil yang berasal dari hati yang tulus dapat mengubah mood seseorang dari gelap menjadi cerah

Ketila seorang teman berkata " Wah, presentasi lu keren!"  Itu bisa mengubah mendung menjadi berbunga-bunga :D

That's why, jangan pelit pujian, atau penghargaan sama orang lain.

Pertanyaan kecil bisa membuat seseorang sangat bahagia.
"Kemaren katanya sakit....sekarang gmn? Udah baikan?"

That's why, jangan pelit untuk berempati sama orang lain.

Dukungan sekecil apapun untuk orang yang sedang terkena musibah, akan sangat menguatkan hatinya.
" Ya ampun, dimarahin bos ya? Jangan sedih ya, semangka!!!

That's why, jangan pelit untuk memberi semangat sama orang lain.

Ini bukan untuk menjilat, mencari muka, atau menjadi baik di mata orang lain. Ini tentang membahagiakan diri sendiri, dan juga orang lain. Nanti, pada saat kau mengalaminya sendiri, kau, akan percaya padaku..

Kamis, 17 November 2011

Nurul Izzah yang mengecewakan...

Kira-kira dua bulang yang lalu, aku memposting artikel tentang Nurul Izzah. Artikel itu semata-mata karena kekagumanku terhadap Izzah. (Baca Inspiring 30 part II : Nurul Izzah). Tetapi ada hal yang sangat mengganggu semalam setalah partai Sea Games Indonesia vs Malaysia. Kita semua tau, apapun kalau lawan Malaysia, rasanya sakit sekali kalau sampai kalah.

Ketika wasit Fahad Alkassar mengeluarkan kartu merah untuk pelatih Malaysia, Kim Swee, Nurul Izzah memposting sesuatu yang sangat mengejutkan di twitternya.

" @stephendoss : Indonesia dah main kotor, arahkan jurulatih Malaysia keluar dari kawasan teknikal #kotormacamferguson :p "

Ow Emji!  First of all, yang memberikan kartu merah kepada Kim Swee adalah wasit FIFA, bukan orang Timnas Indonesia. And the second, Swee mendapat kartu merah karena ulahnya sendiri, kenapa harus menilai Indonesia main kotor?  


Mungkin postingan Izzah di twitter hanyalah pendapat pribadinya saja sebagai penonton bola, sama seperti kita yang seringkali memaki-maki lawan di twitter ataupun di facebook (yang dilakukan Izzah pun sebenarnya hanya mereposted kata-kata temannya di twitter) Tapi kita hanya orang biasa, bukan politisi yang berpengaruh seperti Nurul Izzah, yang dulu ketika ia belum menjadi anggota parlemen, seringkali muncul di TV Indonesia untuk menghimpun dukungan.


Dan lihat akibatnya, ratusan follower meretweet postingan tsb, dan terjadi perang comment yang sangat tidak menyenangkan di facebook, di wall Nurul Izzah. Dari bola merembet kemana-mana, budaya, perbatasan, sampai masalah TKI dengan kata-kata yang tidak tersaring lagi.

Walaupun kemudian Izzah kembali menyatakan di twitternya bahwa ia hanya bergurau, but I really think it's not wise for Izzah to post something like this . Since Izzah is a political public figure with thousands follower, her words and comments can be very provocative. It was soooooo so disapointed, Sist Izzah! :'(

Kamis, 13 Oktober 2011

:: Pesan Religi Berantai ::

Mari kita membahas sesuatu yang serius sekali ini saja. Tadinya tidak terlalu peduli, tapi lama-lama, semakin gatal ingin berkomentar. No hard feeling, ok! Ini bukan sesuatu yang personal, hanya ingin sharing opini aja..

Seringkali aku mendapat pesan, sms, email, broadcast messenger, atau apa saja, yang isinya kurang lebih seperti ini :

Dimulai dengan mengutip salah satu ayat suci dari Al Quran. Atau kalimat-kalimat yang memuji Allah SWT, seperti Subhanallah, Hamdalah, atau Syahadat, atau pun kisah-kisah religius atau nasihat bijak dari para ilmu agama. Lalu diakhiri dengan kata-kata :

"Demi Allah jangan dihapus, sebarakan kepada sesama muslim yang kamu sayangi, dalam dua jam kemudaian, kamu akan menerima rizki yang tak terkira..." atau :

"Demi Allah jangan dihapus, sebarakan minimal kepada 10 orang, maka kamu akan menerima rizki yang tak terkira..." atau lebih parah lagi :

"Demi Allah jangan dihapus, sebarakan minimal kepada 10 orang, maka kamu akan merima rizki yang tak terkira, apabila dihapus, maka kamu akan terkena bencana."

Hiiiyy...

Sungguh, aku sih tidak pernah keberatan menerima pesan-pesan bersifat tauziah, nasihat,atau apapun yang berbau agama. Malah aku bersyukur, Alhamdulillah kalo masih ada temen yang mau ngingetin, sesuatu banget! Tetapi, kalimat terakhirnya itulah yang membuatku terganggu. Seperti hari ini misalnya, seorang teman mengirimkan pesan seperti ini :

"Assalamulaikum wr wb,
Saudaraku yang tehormat, coba ya, kita buktikan, Insya Allah, bacalah :
(temanku ini mengirimkan potongan dari ayat Al Quran)
Tolong kirim potongan ayat ini, minimal kepada 13 orang. Insya Allah dalam dua jam kemudian, anda akan mendengar kabar baik dan mendapat kebahagiaan. Demi Allah, jangan dihapus.
Wassalamualaikum wr wb."

Aku yakin 100% bukan dia yang membuatnya. Dia pasti hanya meneruskan pesan berantai tersebut. Hmmmm....entah dari mana awal mula pesan tersebut. Lihat kalimat awalnya : "Coba ya, kita buktikan" apakah ini berarti kita akan menguji Allah SWT? Lalu kita lakukan, meneruskan pesan tersebut. Dan ketika tidak terbukti, apakah ini artinya Allah SWT pembohong? Ataukah teman kita yang berbohong mengatasnamakan Allah SWT? Astaghfirullohaladzim...Ketika hal yang dijanjikan tidak terbukti, kita akan berpikir, "Huh, nyesel percaya, ternyata bohong!" Lalu siapa yang kita sesali karena telah kita percayai? Padahal itu ayat suci yang kita kirim. Apakah hal ini akan melunturkan kepercayaan kita terhadap ayat tersebut??

Atau sebaliknya. Ternyata benar setelah kita kirim kepada 13 orang, dalam dua jam ternyata kita mendapat kebahagiaan. Apakah lantas kita akan mempercayai bahwa itu adalah hikmah dari berkirim pesan berantai tersebut? 

Kirim pesan berbau agama ya nggak ada jeleknya. Tapi tidak usah dengan embel-embel : kirim ke sekian orang....kalau tidak maka akan....atau tunggu  sekian jam kemudian, maka akan...Karena kalimat yang benar adalah ini : Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  Bukan yang ini : Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (syarat dan ketentuan berlaku).

Hati-hati temans, hal yang kelihatannya baik bisa menjadi tidak baik bila kita tidak cermat. Hal yang kelihatannya benar akan menjadi tidak benar jika kita tidak memahaminya. Ayolah temans, get real! Aku juga bukan ahli agama. Tapi ,  aku cukup tahu bahwa Allah akan selalu memberikan nikmat dan rizkinya selama kita selalu berusaha dan berdoa. Dan aku cukup tahu, bahwa Allah tidak akan memberikan musibah kepada umatnya hanya karena ia tidak mengirimkan pesan berantai. Dan Allah SWT selalu menepati janji Nya.

Tapi setelah dipikir-pikir.....jangan-jangan ini adalah salah satu modus pencurian pulsa??? :D
Buat temen-temen yang punya pendapat sendiri, atau punya fakta-fakta lain yang lebih dipercaya, sharing ya...


Senin, 10 Oktober 2011

GANBATTE KUDASAI!!!

Even when we are at the edge og the cliff
Keep believin God fully

Because only two things will happen :

- He will catch you when you fall, or
- He will teach you how to fly

Life is never easy, but it's all our choice how to get through it
As long as we have faith, God will lead the way just like we want it to be

So.....ganbatte kudasai!!!

Kamis, 06 Oktober 2011

Pigaro, Steve Jobs!!

Semalam, aku menerima sms dari seorang sahabatku, Enji, a full time mommy.

" Steve Jobs siapa sih? Di FB banyk banget ucapan bela sungkawa, dan aku tampak oon..."

Hahaha....tapi wajarlah kalo Enji nggak tau Steve Jobs. Enji bukan pecinta gadget, walaupun dia pengikut BBC Knowledge dan infotainment yang setia :D.  Tapi rasanya, jaman sekarang jarang sekali orang yang tidak tahu produk yang diciptakan oleh Steve Jobbs : Apple. Dan setelah aku jawab pertanyaan Enji :

" Jangan planga plongo gitu, Steve Jobs itu pendiri Apple, pencipta Iphone, Ipad, dan sodara-sodaranya..." maka Enji pun ber "Ooooooo...." panjang.

Ketika orang mengetahui  bahwa Steve Jobs adalah pendiri Apple, pencipta produk-produk menakjubkan tercanggih di dunia, maka semuanya sepakat bahwa dia adalah orang yang sangat hebat. Dan sebagai pecinta film kartun, buatku, dia lebih hebat karena ternyata Steve Jobs juga adalah pendiri PIXAR, yang kemudian menelurkan film-film animasi hebat, yang telah kutonton beratus-ratus kali : Toy Story, A Bug's Life, Finding Nemo, Monstre Inc, Cars, Ratatouille, Up dll.

Jadi, seperti kata Enji sahabatku : "Pigaro, Steve Jobs!"



Finding Nemo
Ratatouille

Up!













Jangan biarkan riuhnya opini orang lain menenggelamkan kata hatimu (Steve Jobs, 1955-2011)

Sabtu, 01 Oktober 2011

A Story About A Sales Promotion Girl

Owh it’s hard to be a woman!


Mmmm..ralat, it’s hard to be an ordinary woman!


Jadi, begini ceritanya. Dulu, sebelum aku mengenal dunia sales (yang diclaim laki-laki sebagai dunia mereka) aku tidak pernah tau bahwa menjadi seorang SPG (Sales Promotion Girl) ternyata sangat berat. Dulu, yang aku tau, mereka hanyalah sekumpulan pramuniaga genit dengan riasan tebal dan mencolok. Sehingga, banyak orang yang menilai negatif pada mereka. Mungkin ada yang benar, tapi pasti ada juga yang nggak benar. Yang jelas sekarang aku tau, they have to be like that! Mereka harus luwes, dan harus ber make up! Dan disinilah susahnya menjadi seorang perempuan.

Dimulai dari tahap pertama, melamar pekerjaan sebagai SPG. Hal pertama yang ditanyakan seorang decision maker pada saat akan menerima seorang SPG yang melamar pekerjaan adalah “Bagus nggak?” Mungkin arti bagus disini adalah Standar Nasional Indonesia: “kulit putih, tinggi cukup, tidak gemuk”. Jadi untuk yang tidak memenuhi standar, silahkan keluar. Bahkan bagi mereka yang lulus penampilan fisik pun belum tentu dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, karena beberapa outlet modern malah memberlakukan persyaratan yang lebih ketat lagi, seperti penerapan syarat tinggi badan minimal. Untuk yang tinggi badannya di bawah UMR, tidak bisa masuk (mirip syarat masuk wahana tertentu di Dufan ya?). Setelah pandangan pertama cukup memuaskan, dilanjutkan ke tahap berikutnya. “Berapa umurnya?” Jadi maaf, untuk para ABG taun 90-an seperti aku, kesempatan sudah tertutup. Ini hanya untuk ABG 2000-an. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah “Masih single nggak?” (Single aja, bukan single mom). Mungkin agar penghasilan dari pekerjaan ini bisa digunakan untuk membeli make up yang memadai bagi para gadis muda itu, bukan untuk para istri yang membantu suami, atau bagi para single mom yang ingin membeli susu untuk anaknya. Akibatnya, banyak para perempuan muda yang telah menikah atau seorang single mom yang sangat membutuhkan pekerjaan, berbohong mengenai statusnya ini. Dan tentu saja, saat kebohongan itu terbongkar, mereka akan diberhentikan.


Nah, setelah urusan administrasi selesai, si calon SPG akan di tes apakah ia cukup mampu atau cukup luwes berbicara dengan calon konsumen. Seseorang yang telah berpengalaman dibidang ini mungkin akan dengan mudah melewati tahap ini. Tapi, bagi mereka yang baru pertama kali melamar pekerjaan di posisi ini, sesupel atau seluwes apapun mereka, belum tentu bisa menggaet pelanggan. Namun rupanya si penilai atau si pewawancara tidak begitu berniat mengajari atau mendidik si calon SPG, karena begitu dia terlihat kaku dalam tes menawarkan barang, maka si penilai akan menuliskan kata “jelek” atau "kaku" dalam catatannya.

Huft….seleksi yang melelahkan ya? Setelah resmi diterima menjadi karyawan, maka si SPG akan menerima jadwal pekerjaannya : berdiri selama delapan jam sehari dan tidak boleh libur on the week end! Sebuah pekerjaan yang akan selalu aku hindari. Walaupun lelah berdiri seharian, mereka harus tetap tersenyum dan menjaga agar riasan mereka tidak luntur. Ini dilakukan dengan alasan konsumen menyukai perempuan2 cantik. Mengabaikan fakta bahwa sebagian konsumen yang belanja di mall atau di toko adalah perempuan juga (bahkan aku yakin 90% konsumen dari perusahaan tempatku bekerja adalah perempuan). Yah, memang begitu peraturannya, mereka harus selalu canti dan segar. Tapi, ho..ho..ho… ternyata cantik saja tidak cukup. Mereka juga harus pintar, karena pada saat mereka tidak becus kerja, atau tidak bisa memuaskan atasannya, si cantik pun ditendang juga.

Pertanyaannya, harus seberapa pintarkah mereka? Karena, logikanya, jika seseorang sangat cantik, atau sangat pintar, atau sangat cantik dan sangat pintar, mungkin dia akan dapat sesuatu yang lebih baik daripada  bekerja bersusah payah sebagai SPG. Biasanya, para SPG ini hanya mengerjakan apa yang diperintahkan. Mereka adalah pekerja, bukan perencana. Mereka melaksanakan, bukan mengatur. Mereka berjualan, bukan berpikir masalah strategi. Jadi, jika mereka tidak becus kerja, pertanyaannya  adalah : dimana atasan mereka yang seharusnya mengawasi pekerjaan mereka? SPG adalah ujung tombak. They sale, no matter how. Jadi bila ia melakukan kesalahan, seharusnya si atasan mengevaluasi sistem kerja secara keseluruhan, termasuk cara kerjanya sendiri. Karena dialah yang berpikir, si bawahan yang malang hanya mengerjakan. But, hey who’s the boss?? The boss is always right!


Bukan hanya masalah profesionalitas yang dihadapi para SPG. Ketika seseorang di lingkungan pekerjaannya mulai mempersalahkan rasa like or dislike, itu akan menjadi titik-titik yang sangat rawan. Dia bisa dikeluarkan hanya karena satu kesalahan yang sangat kecil, seperti “etikanya nggak bagus, nggak anggun!” Padahal itu sesuatu hal yang sangat wajar dan manusiawi, karena di lamaran kerjanya jelas-jelas terlampir foto copy ijasah SMA nya, bukan ijasah sekolah kepribadian. Tergantung bagaimana cara dia dididik dan ditempa oleh trainernya menjadi seseorang yang diinginkan oleh perusahaan. But once again, who’s the boss?  Kalo boss sudah ilfil, maka siap-siap saja cari pekerjaan baru. Dan bahkan setelah mereka diberhentikan, mereka diminta (atau disuruh) membuat surat pengunduran diri, seperti pemberhentian itu memang adalah keinginan dirinya sendiri. O emji! (Hal ini jadi mengingatkan aku, bahwa jika ada yang menilai aku secara tidak objektif di lingkungan pekerjaanku dan menginginkan aku untuk menyingkir, maka dengan suka rela aku akan menunggu surat pemecatan dari perusahaan, dari pada harus menyerahkan surat pengunduran diri!)

Di level jabatan yang lebih tinggi, misalnya sekelas manajer, mungkin this “woman stuff” (cantik, anggun, dandan, dsb) tidak terlalu menjadi masalah. Karena jika seorang perempuan menjadi manajer berarti dia telah mampu menghadapi tahapan-tahapan berat sebelumnya. Dan dia akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan setelahnya. Dan dia bisa melawan, menuntut, atau  mencegah diskriminasi yang terjadi padanya. Karena aku yakin, seorang manajer tau benar hak-haknya sebagai seorang karyawan. Tetapi tetap saja, si manajer ini, kalo dia nggak pinter sekali, maka dia cantik sekali, atau bahkan dua-duanya. Sedangkan untuk level sekelas SPG, yang rata-rata pendidikan hanya SMA dengan prestasi yang biasa-biasa saja, hal ini sangat berat. Coba pikir, jarang sekali seorang laki-laki yang melamar pekerjaan dinilai “bagus nggak?” oleh calon atasannya. Lalu ditanya “masih single nggak”? Mungkin penampilan dan bahasa tubuh calon karyawan laki-laki menjadi penilaian penting, tapi apakah dia gendut, ceking, pendek, tinggi, hitam, putih, tidaklah masalah (tidak ada pertimbangan bahwa mata perempuan pun ingin pemandangan yang enak dilihat!) Lain halnya dengan seorang perempuan yang ingin bertahan di dunia kerja, apakah level SPG atau manajer. Dia harus menjadi seorang superwoman : cantik, pintar, anggun, kuat dan pekerja keras. Ck..ck..padahal bagi laki-laki, menjadi superman sangatlah mudah : tinggal pakai CD merah di luar celana panjangnya (hahaha…ngaco.com!).

Bahkan ada ungkapan bagi para perempuan : jika kamu cantik, maka 50% kesulitanmu di dunia akan teratasi. Jika kamu pintar, maka 70% kesulitanmu di dunia akan teratasi. Jika kamu cantik dan pintar maka 90% kesulitanmu di dunia akan teratasi.  Jika kamu tidak pintar dan tidak cantik, maka bersiap-siaplah menghadapi kejamnya dunia.

what a super girl : pretty, smart, success.... ^^

Jadi, susah bukan menjadi perempuan? Maksudku, susah bukan jadi perempuan yang biasa-biasa aja? Bagi aku, yang tidak terlalu cantik dan tidak terlalu pintar (tapi manis, periang, baik hati dan ngangenin banget) adalah suatu keberuntungan bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Dan dengan bayaran yang sesuai dengan pekerjaanku. Well.. it’s just another reason to thank God for all the things I’ve got, I guess.




 ♥ ♥
 

13 Goin on 30!

Terinspirasi dari seorang teman (umm...sebenarnya beberapa orang teman) yang merasa "berat" dengan keadaan yang kami alami saat ini, aq jadi tergelitik untuk menilai diriku sendiri.

Analyze This :

Aq adalah seorang perempuan, usia 30 lebih beberapa hari :), karir biasa-biasa aja, lagi nggak punya pacar, tampang pas-pasan, tinggal sendirian di kamar berantakan ,masih suka nonton film kartun dan makan ciki, masa depan remang-remang...dan parahnya, aq merasa baik-baik saja dengan semua itu.

Beberapa orang teman bernasib sama sepertiku. Yah, nggak persis sama, tapi intinya, kami belum menikah di usia 30 ini. Aq akui, sangat berat menjalani usia 30 dan belum menikah. Berbagai gunjingan dan prasangka dituduhkan dengan kejamnya oleh para gossip girls di warung tetangga, diberondong keluarga dengan pertanyaan sederhana "kapaaan?" yang sulit sekali dijawab, karena itu adalah rahasia Tuhan (jiaaahhh...!) dan terkadang situasi menjadikan seolah-olah aq adalah satu-satunya perempuan yang belum menikah di dunia ini. Karena, satu persatu teman dan saudara perempuan ku (bahkan yang lebih muda) menikah. Sedangkan aq, over and over again menjadi a bridesmaid, dan bukan a bride. Aq juga nggak munafik. Aq juga bukannya nggak pernah merasa 'gamang' memikirkan tujuan hidupku. Apa yang akan terjadi padaku? Sampai kapan terus seperti ini? Akankah akhirnya aq menemukan "the right one" seperti temen-temenku yang lain? Dan akhirnya timbul pertanyaan yg sama seperti yg sering diajukan orang-orang : " kapaaann??" Apalagi ketika seorang berkata : "makanya jangan pilih2" rasanya aq sangat ingin mencekiknya dan berkata: "Emang waktu lu nikah nggak milih???? Tu juga dapet milih kan? Come on...ngaak pilih2 adalah bullshit! Semua orang juga tau!" Aq begitu takut bahwa hidupku akan berjalan pada lingkaran mengerikan yang tidak berujung : bangun tidur, mandi, sarapan, nonton spongebob, ke kantor, makan siang, ke kantor, pulang, mandi, nonton spongebob, makan malam, tidur. Dan aq pun ingin menangis, begitu sedih dan takut bahwa aq hanya akan hidup sebagai seorang pecundang.

Tapi yaaaahhhh mau gimana lagi? Beruntung aq adalah orang yang selalu optimis dan itu membuat semuanya menjadi lebih mudah. Sejauh ini aq menikmati setiap detik kehidupanku. Betul, aq iri pada teman2ku yang sudah berkeluarga. Aq iri ketika mereka mengaplod foto-foto anak meraka : gigi pertama, langkah pertama, ulang tahun pertama...Aq iri ketika bertemu dan berkumpul dengan teman2, mereka saling memamerkan dan membanggakan keluarga kecilnya. Kadang aq berpikir bahwa aq tertinggal sangat sangat jauh dari mereka. Ketika mereka sibuk merencanakan pendidikan dan masa depan buah hati mereka, aq masih saja merasa berbunga2 ketika bertemu orang yang aq suka.Rasanya seperti 13 going on 30!! But hey,,,pernahkan temanmu juga bilang kalo dia iri padamu? Iri karena masi bisa bergentayangan kesana sini tanpa harus memikirkan pekerjaan rumah atau anak2, iri karena masih bisa bangun siang dan bermalas2an di hari libur, iri karena bisa pergi ke mall di malam hari, iri karena bisa meniti karier, iri karena aq masi bisa dan boleh jatuh cinta, iri karena aq masih bisa melakukan apapun yang aq suka, apapun yang aq mau...

Hidup seperti mata uang. Ada dua sisi yang bisa dibolak-balik, sisi baik dan sisi jelek. Dan dalam hal ini, aq memilih untuk melihat dari sisi baik nya : aq belum menikah karena Tuhan belum mempertemukan aq dengan orang yang ditakdirkan menjadi yang terbaik untukku. Bukan karena aq terlalu pilih-pilih, atau karena aq tidak terpilih, tapi karena Tuhan belum megizinkkan. Everything happens for a reason, and I always pray for the good ones..

Aq bersyukur memiliki orang tua dan keluarga serta teman-teman yang luar biasa. Dukungan penuh selalu siap mendampingiku. Ketika aq terbang mereka tersenyum untukku, dan ketika aq jatuh mereka membantuku berdiri. Jadi, daripada bermuram durjana memikirkan "kapan aq akan menikah", lebih baik syukurilah kebahagiaan yang telah kita raih selama ini :
- dapet duit tiba-tiba
- pake baju ato sepatu baru ke kantor
- dapet pulsa gratis
- dipuji orang
- sembuh dari sariawan
- ada yang mijitin kalo lagi pegel2
- nonton persib ngalahin persija, atau barcelona ngalahin madrid
- jajan makanan enak
- c bos nggak ngantor seminggu
- dll

itu semua untuk dinikmati...
Aq jadi inget  lirik  lagu nya Jason Mraz, one of may fave : " when i fall in love, i'll take my time there's no need to hurry when i makin' up my mind.."

Jadi temans, jangan sedih karena kita belum menemukan "the right ones". Jangan menyerah apalagi putus asa. Selama kita terus berusaha dan berdoa, Allah pasti akan memberikan yang terbaik. Dan jangan lupa, while we are waiting for our soulmate, live your life happily! Jangan terjebak dengan paradigma " menikah akan mengangkat semua beban" karena itu nggak bener. Menikah mungkin akan menyelesaikan suatu masalah, tapi menimbulkan berbagai macam masalah baru. Heuheuheu...damn true, rite? But anyway, menikah adalah cara untuk menyempurnakan ibadah kita, jadi bersikaplah ikhlas dan jangan dikalahkan nafsu belaka.


Gila, sok bijak banget sih gue??

 ^_^

Jumat, 30 September 2011

Inspiring 30 II : Nurul Izzah Anwar

Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di tingkat I atau tingkat II kuliah (lupa tepatnya), kampusku di kawasan Dramaga, Bogor, kedatangan seorang tamu,  mahasiswi cantik dari Negeri Jiran. Namanya Nurul Izzah Anwar. Dia adalah putri dari mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Nurul Izzah Anwar lahir pada tanggal 19 November 1980. Perpaduan dari dua orang dengan intelektualitas yang cemerlang : Anwar Ibrahim  dan istrinya, Wan Azizah Wan Ismail.  Izzah bersekolah di Sekolah Menengah Sri Hartamas dan Sekolah Menengah Assunta, KL. Lalu kuliah di Universiti Teknologi Petronas, kemudian pindah ke Universiti Tenaga Nasional di Bangi, Jurusan Elektrik. Tapi S2 yang diambilnya di John Hopkins University, Washington malah jurusan hubungan internasional....Nah, waktu berkunjung ke IPB, Izzah baru tingkat II kayanya, karena dia setingkat lebih tua dari aku. Tampil bersahaja dengan baju muslim dan senyum yang manis, Izzah bercerita kepada kami mengenai kehidupannya dan keluarganya. Kalau tidak salah, salah satu tujuan Izzah datang ke kampus waktu itu adalah untuk mencari dukungan untuk ayahnya, yang ditendang dari dunia politik dan ditangkap oleh pemerintah Malaysia atas tuduhan pelecehan seksual.

Dengan mata berkaca-kaca, kami mendengarkan penuturan Izzah tentang bagaimana ayahnya ditangkap dengan paksa dari rumah mereka dan dijebloskan ke penjara pada tahun 1998. Walaupun tuduhannya adalah pelecehan seksual, namun semua orang mahfum bahwa itu adalah konspirasi politik yang kejam, akibat perselisihannya dengan Perdana Menteri yang berkuasa waktu itu, Mahatir Mohammad. Izzah bercerita bagaimana ia dan keluarganya harus menerima tekanan dari banyak pihak, terutama dari pemerintahan yang sedang berkuasa. Izzah belia yang merupakan anak pertama berusaha untuk tetap tenang dan tampil tegar dihadapan Ibu dan adik-adiknya. Bahkan hal ini membuat Izzah harus menunda kuliahnya untuk sementara waktu.

Nurul Izzah Anwar

Kejadian itu membuat Izzah akhirnya terjun ke dunia politik dengan aktif menyuarakan reformasi bersama ibunya, Wan Azizah Wan Ismail. Izzah dinilai oleh banyak kalangan sebagai harapan untuk memperjuangkan keadilan bagi ayahnya. Setelah beberapa tahun berlalu dari hari itu, aku mendengar kembali pemberitaan tentang Izzah, si Putri Reformasi, yang telah memenangi kursi parlemen di Malaysia sebagai wakil dari Partai Keadilan rakyat dalam pemilu 2008, sekaligus menjadi anggota parlemen termuda tahun tersebut.  Wajahnya sering kali muncul dalam siaran berita CNN dan BBC dalam kurun waktu 10 tahun tersebut. Waktu itu usianya baru 28 tahun dan Izzah baru saja melahirkan anak perempuannya, Nur Safiyah.

Sekarang ini, karir politik Izzah semakin berkibar. Selain aktif di Partai Keadilan rakyat dan sebagai anggota parlemen Malaysia, ia juga aktif Global Health Watch sebagai relawan, dan menjadi anggota Forum Antarbudaya Pemimpin Wanita yang bermarkas di New York. Walaupun demikian, Izzah tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan seorang ibu (sekarang anaknya sudah dua, Nur Safiyah dan Raja Ahmad Harith). Untuk menyeimbangkan peran gandanya tersebut, tak jarang Izzah membawa anaknya ketika bekerja. Sesuatu yang bisa dibilang merupakan budaya baru di Malaysia (bahkan mungkin di Indonesia juga). Tak semua pihak bisa menerima keputusannya seperti itu. Namun Izzah tak gentar, ia yakin, lama kelamaan rakyat di bawah konstituennya akan memahami bahwa sebagai perempuan, ia  juga memiliki tanggung jawab lain, yaitu sebagai istri dan sebagai ibu. 


Beautiful and brilliant young woman..

Two thumbs up for you, Nurul Izzah. You are so amazing !!

Nurul Izzah on facebook : Nurul Izzah Anwar
Nurul Izzah on twtter : @n_izzah


(nesia.wordpress.com, kompas.com)


Kamis, 29 September 2011

Sebuah Renungan di Hari Jumat

Sewaktu memutuskan untuk menghapus email-email  yang telah lama berjejal memenuhi inbox-ku pagi ini, mau tak mau aku membaca ulang banyak email yang telah lama aku lupakan. Dari para teman, sahabat, dan orang -orang yang special. Berita duka, bahagia, gosip...dan hal-hal nggak penting yang membuat aku senyum-senyum sendiri di depan komputer. 

Ternyata selama ini, aku punya banyak sekali teman, orang-orang yang peduli padaku, yang sayang padaku. Aku telah begitu banyak melewati hari-hari indah yang bahagia, hari-hari yang membuat hati begitu berbunga-bunga. Juga aku telah berhasil menghadapi hari-hari terburuk yang pernah aku rasakan, masa-masa tersulit yang dulu aku pikir aku tidak akan pernah bisa melewatinya. Dan menghadapi itu semua, aku tidak pernah sendirian...

Banyak penyesalan yang menumpuk dalam hatiku. Kemana perginya semua itu? Ada yang hilang, ada yang tinggal. Sebagian pergi karena keinginannya untuk meninggalkanku, sebagian hilang karena telah aku tinggalkan. Hati tak pernah bisa berhenti bertanya-tanya, mengapa aku begitu menyia-nyiakan mereka yang benar-benar peduli padaku? Dan hati tak pernah bisa berhenti mengucap kata maaf kepada mereka yang pernah tersakiti, karena hingga hari ini aku tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaanku itu. Mungkin semua ini hanyalah kebodohanku yang tidak pernah bisa berfikir. Jadi ini semua tentang aku.

Tapi aku tak kan pernah mau tenggelam dalam penyesalan. Everybody makes mistakes, that's why pencil has eraser. My past is to be learned, my present is to be lived, my future is to be prepared, and my dreams is to be reached.  Yang harus kulakukan adalah mengintrospeksi diriku dan berusaha menjadi lebih baik. Aku percaya, segala sesuatu yang terjadi adalah atas izin-Nya. Kuncup akan menjadi bunga, ulat akan menjadi kupu-kupu. Segala sesuatu akan menjadi indah bila telah tiba waktunya. Dan aku tidak mau terlalu sibuk mempertanyakan dan berusaha membuka kembali pintu-pintu yang telah tertutup dibelakangku, sehingga tidak melihat pintu-pintu lain telah terbuka dihadapanku. Jadi aku akan terus melangkah.



As I always believe :

I am the master of my fate
I am the captain of my soul



Rabu, 28 September 2011

Thank You

You're fool
I truly thank you
You’re true to me and
Gave me everything
You’re an angel
You must be tired and find it hard
To everlastingly believe in someone
Who is a nobody

Strange, it’s like you’re devoid of tears
You smile for me in illness
When I’m next to you

I cry tears of happiness
Words are stuck in my throat
I truly love you
My love for you, which I cannot express
I can finally tell you
I go on because of you

Strange, it’s like you’re devoid of tears
You smile for me in illness
When I’m next to you

I’m feeling very happy
Your smile
Shines on me
A long time from now, when the world ends
Remember, Do not forget
I’m always with you

I cry tears of happiness
Words are stuck in my throat
I truly love you
My love for you, which I cannot express
I can finally tell you
I go on because of you

(HUN)

It's taken from one of my favourite Korean Drama, Thank You. It is such an amazing story. About love, life, family, friendship, and humanity. It's very touching, funny, and trully romantic! Maybe I'll write the review in this blog. Just wait ^^

Thank you for teaching me what a beautiful world this is!

Selasa, 27 September 2011

Inspiring 30 I : Jonathan Favreau

Ini episode pertama dari serial Inspiring Person :D

Namanya Jonathan Favreau. Lahir di Massachussetts, 2 Juni 1981.

Jonathan Favreau


Siapa gerangan pemuda ganteng ini?? Ternyata dia adalah Director of Speechwrting for President Barrack Obama. Dibalik pidato-pidato Obama yang selalu memukau, ternyata Favs (panggilan Jon Favreau) lah yang menyiapkan semuanya. Termasuk pidato yang dibacakan Obama waktu di UI beberapa bulan lalu, loh...
Setelah menamatkan kuliahnya di College of Holly Cross, Massachussetts, pada usia 23 tahun, dan menyandang predikat lulusan terbaik, Favs langsung bekerja pada calon Presiden dari Partai Demokrat, John Kerry. Kedatangannya di tim sukses John Kerry pada usia yang masih dianggap "anak-anak" itu mengundang banyak pertanyaan anggota tim yang lain. Namun kepiawaiannya menyusun kata-kata mebuat partai itu benar-benar jatuh cinta padanya. 

Petinggi Partai Demokrat yang kini menjabat sebagai Sekretaris gedung Putih lalu merekomendasikan Favs pada Barrack Obama untuk kampanye senatnya. Berlanjut kemudian pada kampanye Presiden 2008. Bahkan ternyata, slogan kampanye Obama yang sederhana namun sangat mendunia, "Yes We Can", adalah buah pemikiran Favs. Mmmm...tak heran Obama sangat mempercayai Favs dan meberikan otoritas penuh padanya atas kata-kata yang diucapkannya. Dan ketika Obama dilantik sebagai Presiden AS yang ke-44 pada bulan Januari 2009 lalu, maka Favs pun secara resmi menjadi penulis pidato presiden termuda di usia 27 tahun. Dan dia juga mendapat ruang kerja sendiri di West Wing Gedung Putih, dan memimpin tim penulis pidato yang terdiri dari penulis-penulis senior. Keren banget, ya?

Favs and Obama


So, that's Jonathan Favreau. He's brilliant, he's success, he's famous and good looking :D And he's 30.




Bitter Heart



Sunrise falls down, I've seen when it hit the ground
Children spinning around
'till they fall down down down
I wait for you, it's been two hours now
You're still somewhere in town
Your dinner's getting cold
I raise my case you are always this late
And you know how much I hate
Waiting around round round

Bitter heart, bitter heart, try to keep it all inside
Bitter heart, bitter heart, shadows will help you try to hide
Bitter heart, my bitter heart, is getting just a little fragile
Bitter heart, biteer heart of mine...

And then you come
And tell me the same reason
As you did yesterday
So tell me what's her name???


(Zee Avi)

Murder on The Dance Floor

Boseeeeennnnn....banget siang ini. Amaya menguap. Kantornya sepi banget, kerjaan banyak, badannya pegel-pegel....Pengennya  pasang musik Sophie Ellis Bextor yang kenceng, trus loncat-loncat, atau joget-joget kaku ala manekin cantik.

"Go..go..go..go..go..
I'll get over you
You drive me crazy up the wall
Think you Mr. know it all.."



 Lagu-lagu si cantik ini emang paling bisa deh bangkitin mood! Coba aja denger : Take Me Home, And This Ain't Love, atau Murder on The Dance Floor. Yang satu itu, Amaya paling suka video clipnya. Ceritanya tentang lomba dance, dan Sophie dan pasangannya jadi salah satu peserta lomba itu. Tapi Sophie dan pasangannya ternyata nggak cukup pede buat menangin lomba. Jadi mereka berbuat curang dan melakukan berbagai cara buat menyingkirkan para pesaing mereka. So, it looks like the moral message of the video is : if you cheat, you win, hahaha...

Amaya termangu. Mungkin sebenernya, seperti itulah kenyataan yang terjadi sehari-hari di lingkungannya. Khususnya di lingkungan pekerjaan. Suasana persaingan yang panas, ditambah gesekan-gesekan antar sesama karyawan, membuat udara semakin gerah, napas semakin tercekik, dan bekerja menjadi tidak nyaman.

Terkadang seseorang berusaha membuat dirinya terlihat bagus di mata atasannya dengan cara menjatuhkan orang lain, sehingga dia tampak lebih tinggi dan lebih pintar.Orang yang kurang percaya diri akan berusaha mencari sekutu sebanyak-banyaknya, agar ia mendapat banyak suara pembenaran atas kesalahan yang suatu hari mungkin akan dilakukannya. Sebaliknya, orang dengan kepercayaan diri yang tinggi akan terus berlari dan tidak mempedulikan keadaan di sekelilingnya. Tidak peduli pada timnya, tidak peduli pada anak buahnya, tidak peduli terhadap apapun kecuali dirinya sendiri.

Di kalangan karyawan perempuan rasanya lebih parah. Selain sikut menyikut, para karyawan perempuan juga biasanya dilengkapi dengan beberapa senjata lainnya seperti : tampang manis untuk menjilat, tampang simpati untuk berpura-pura sedih ketika teman melakukan kesalahan, air mata buaya untuk meyakinkan atasan bahwa dia adalah seorang yang working mother yang sangat membutuhkan pekerjaan dan tidak pantas menerima mutasi atau pemecatan. Jangan lupa bisikan-bisikan halus terhadap sesama rekan kerja untuk membantu menyingkirkan rintangan-rintangan kecil yang menghalangi kemulusan karier.

Amaya jadi senyum-senyum sendiri.  It's a murder on the dance floor, too! Jangan salah sangka, Amaya memang tidak pernah membunuh orang. Dia hanya berbuat lebih dari yang seharusnya dia lakukan untuk memuluskan jalannya dan memantapkannya pada zona nyaman di kantornya. Lagi pula, siapa yang nggak pernah? Siapa yang tidak pernah tersenyum kegirangan (walaupun dalam hati) saat pesaing kita tersingkir, entah dengan jalan yang  fair ataupun curang? Siapa yang tidak pernah melebih-lebihkan gosip? Siapa yang tidak pernah menghindar ketika teman butuh bantuan menyelesaikan pekerjaannya? Siapa yang tidak senang ketika bos yang kita benci kena batunya? atau dibantai atasannya? Dan seperti biasa Amaya mulai mencari-cari pembenaran atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya, untuk menenangkan pergulatan hatinya.

"Ah, semua orang juga melakukan itu kok : munafik. Asal gak ketauan, toh gak akan ada yang tersakiti..."

Seperti Sophie Ellis Bextor dan pasangannya, yang akhirnya menjadi juara dance competition itu...

Mengamati situasi dan menyusun strategi.. :P

Akhirnya jadi juaraaa...!!

Senin, 26 September 2011

The Kite Runner, part 1

Sebuah Resensi

Ini adalalah salah satu buku favoritku. The Kite Runner, oleh Khaled Hosseini. Ceritanya tentang dua orang anak Afghanistan yang menjalin persahabatan, namun ternyata begitu banyak pengkhianatan yang harus memisahkan mereka : kasta, pengorbanan, perang, Taliban, dan yang terutama adalah penghianatan dari dalam dirinya sendiri. It is sooooo.... touching!
Pengan coba bikin resensinya, tapi pasti panjang banget. Jadi bersambung-sambung aja :D

And here comes the part one.

The Kite Runner, Part 1





Afghanistan, 1975

Amir dan Hasan adalah dua orang anak Afghanistan yang sangat berbeda.  Perbedaan mereka seperti langit dan bumi. Amir bangsawan Pasthun, penganut Islam Sunni  yang hidup bergelimang harta dan tinggal di rumah yang mewah. Ibunya, Sofia, adalah sosok wanita agung, yang rela mengorbakan jiwanya pada saat ia melahirkan Amir ke dunia. Sedangkan ayahnya,yang ia panggil Baba, seorang  pengusaha terkenal dan dihormati di seluruh negeri. Orang-orang memanggilnya dengan nama Tophan Agha (artinya Tuan Topan), simbol kehormatan dari kehebatannya. Amir seorang anak yang tampan, pintar, lembut, dan rela melakukan apapun demi mendapatkan kasih sayang dari sang ayah yang selalu merasa tidak puas kepada dirinya. 

Sedangkan Hasan, berasal dari suku Hazzara yang dianggap hina, , penganut Islam Syiah hidup seadanya di sebuah pondok tanah liat di pekarangan belakang rumah Amir. Ibunya, Sanaubar, sangat membencinya sehingga dengan tanpa perasaan ia pergi meninggalkan Hasan yang belum berusia      6 hari. Ayahnya bernama Ali, seorang pelayan yang mengalami kelumpuhan otot wajah bagian bawah sehingga tidak pernah bisa tersenyum. Kaki kanannya terpilin dan mengecil akibat polio, yang menyebabkan ia berjalan pincang. Orang-orang memanggilnya dengan nama Babalu (artinya hantu), simbol penghinaan bagi keburukrupaannya. Hasan seorang anak yang bermata sipit, bertelinga rendah, dan berbibir sumbing.Tapi ia pemberani, penyayang, dan rela melakukan apa saja demi melindungi Amir. 

Walaupun mereka berbeda, Amir dan Hasan tak terpisahkan. Mereka selalu bersama, bermain layang-layang, membaca, mendaki bukit. Karena sama-sama ditinggalkan ibu kandungnya sewaktu merka masih bayi, mereka bahkan menyusu pada ibu susuan yang sama. Bagi Hasan, Amir adalah sahabatnya, saudaranya, belahan jiwanya. Hasan menjadi orang yang sangat bisa diandalkan bagi Amir. Akan tetapi bagi Amir, Hasan adalah pelindungnya, pelayannya, pengejar layang-layangnya. Hasan tidak pernah mengatakan “tidak” pada Amir. Bahkan jika Amir menyuruhnya makan tanah, Hasan akan melakukannya. Jika Amir mengalahkan sebuah layang-layang pada sebuah turnamen ataupun hanya permaninan, maka Hasan akan berlari secepat kilat untuk mengejar layang-layang itu, untuk kemudian ia persembahkan kepada Amir, sebagai trofi bagi kemenangannya. Hasan tidak pernah menolak Amir, apapun yang Amir minta, Hasan akan menyunggingkan senyum tebaiknya, mengangkat kedua jempolnya, dan berkata , “Untukmu, keseribu kalinya..”

Amir adalah seorang anak yang tidak pernah bersentuhan dengan kekerasan. Ia menyukai keheningan, buku, dan puisi. Hal ini membuat Baba, sang ayah yang pernah mengalahkan tiga ekor beruang gunung, memendam kekecewaan terhadap Amir. Bahkan jika ada anak-anak lain yang menganggu dirinya, maka Hasan lah yang akan maju menghadapinya.  Suatu hari pada saat mereka tengah bermain bersama, Amir dan Hasan bertemu dengan Assef dan teman-temannya. Assef adalah seorang keturunan Afghan-Jerman. Tubuhnya jauh lebih tinggi daripada anak-anak yang lain. Rambutnya pirang dan matanya biru. Seorang sociopath kecil yang ditakuti oleh teman-temannya.  Ia dijuluki “Assef si Pelahap Telinga”, dan itu bukan tanpa alasan. Ia pernah mengigit putus telinga seorang anak yang mengalahkannya dalam adu layang-layang.
Amir dan Hasan ketakutan bertemu dengan Assef dan kelompok kecilnya. Assef menunjuk Hasan dengan dagunya. 

“Hei, Pesek, bagaimana kabar Babalu?” Tanya Assef.
“Biarkan kami pergi, Assef, kami tidak menganggumu.” Amir menjawab gemetar.  

Assef menyeringai dan mengambil sesuatu dari saku belakang celananya yang membuat Amir dan Hasan semakin ciut : pelindung buku jari dari baja. Assef berkata bahwa ia terganggu oleh kehadiran Amir dan Hasan. Karena Hasan adalah seorang Hazzara yang hina, dan karena Amir selalu bersamanya. Amir mundur ketakutan ketika Assef mengambil langkah untuk meyerangnya. Tetapi Hasan melangkah dengan berani ke hadapan Assef dengan ketapel terpasang ditangannya. Sebuah batu sebesar biji kenari siap dibidikan ke wajah Assef. 

“ Tolong tinggalkan kami, Agha,” Hasan berkata dengan sopan kepada Assef. Hasan selalu memanggil orang lain dengan sebutan Agha (tuan) yang menandakan bahwa ia berada pada kasta yang terendah. Assef tertawa mengancam, tetapi Hasan membidikan ketapelnya mengikuti gerakan Assef. 
Ia berkata datar, “ Jangan sampai saya mengubah julukan Anda menjadi Assef si Mata Satu,”
Hasan membidikan ketapelnya tepat ke mata kiri Assef. Akhirnya Assef dan teman-temannya pergi. Dan ia telah bersumpah untuk membalas dendam kepada Amir dan Hasan atas penghinaan yang ia terima hari itu.

Ternyata, bukan hanya Assef yang jadi penghancur hubungan antara Amir dengan Hasan. Ada monster yang lebih mengerikan, yang bersemayam dalam hati salah satu dari mereka...

Bersambung.. ^^





Sabtu, 17 September 2011

Think Twice, Act Wise!

Suatu hari, Amaya mendengar berita yang kurang baik mengenai teman sekantornya. Ia merasa kaget sekaligus bersemangat mendengar berita yang belum tentu kebenarannya itu. Kenapa? Kebetulan si teman sekantornya juga merupakan salah satu saingan terberat dalam kemajuan karirnya. Tanpa pikir panjang, ia segera menyebarkan berita tersebut kepada taman-temannya yang lain. Satu kata menjadi sepuluh kata, sepuluh kata menjadi seratus kata, seratus kata menjadi seribu kata. Satu orang menjadi dua orang, dua orang menjadi empat orang, empat orang menjadi delapan orang, sehingga akhirnya semua orang mengetahui berita miring tersebut.

Sang teman merasa sangat sedih ketika mengetahui bahwa telah beredar berita yang sangat jelek mengenai dirinya. Ia mencoba membantahnnya, tapi sia-sia. Atasan memanggilnya, semua orang menatapnya, dan karirnya diambang kehancuran.

Beberapa hari kemudian, Amaya mengetahui bahwa berita yang ia ketahui tentang temanya itu adalah tidak benar. Ia merasa menyesal dan ingin meminta maaf pada temannya itu. Tapi terlambat, si teman sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya, bahkan pergi meninggalkan kota itu karena tidak tahan mendengar gnjingan orang tentang dirinya.

Amaya merasa bersalah. Ia kemudian pergi menemui orang bijak untuk meminta nasihat mengenai semua yang telah terjadi. Orang bijak menyuruh Amaya pergi ke pasar dan membeli sebah kemoceng. Dengan terheran-heran, Amaya pun menuruti nasihat orang bijak tersebut dan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. "Cabuti bulu kemoceng itu, dan sebarkanlah di sepanjang jalan yang kau lalui menuju ke rumah mu,!" Begitulah kira-kira perintah si orang bijak. Amaya mematuhinya.

Pada keesokan harinya, Amaya kembali mememui orang bijak tersebut. "Kembalilah ke jalan yang kamu lalui kemarin, dan kumpulkan semua bulu ayam yang kau buang kemarin. Setelah terkumpul, satukanlah lagi menjadi sebuah kemoceng. " Kata orang bijak tersebut. Amaya mematuhinya. Tapi ia tidak dapat menemukan bulu-bulu ayam tersebut, karena telah hilang tertiup angin. Ia kembali menemui orang bijak itu dengan tangan hampa.

Orang bijak hanya tersenyum dan berkata ," Begitulah, sangat mudah untuk melemparkan sesuatu, tetapi sangat sulit untuk mengambilnya kembali. Seperti berita yang kau katakan tentang temanmu. Sangat mudah untuk menyebarkannya, tetapi hampir tidak mungkin untuk mengumpulkannya kembali, dan membuat keadaan menjadi seperti sebelumnya. Maka berhati-hatilah dengan lidahmu, walaupun hanya seonggok kecil daging yang tidak bertulang, lidah mampu mengendalikan kehidupan."

Think twice, act wise!


^_^